Koncreng kena Contreng

Posted: July 9th, 2009 | Author: Baladika | Filed under: Celoteh | Tags: , , , , | 45 Comments »

Pesta demokrasi udah berlalu, ada banyak cerita yang tersisa, sedih, lucu, bahkan haru, Bukan hanya terjadi pada capres maupun cawapres, rakyat biasa yang ikut mencontreng pun ikut meninggalkan cerita yang mungkin tak terlupakan. Seperti yang di alami Koncreng.

Koncreng yang sebelumnya di beritakan di blog ini dalam cerita cinta, sepertinya tak jauh-jauh dari cerita dewasa Kisahnya selalu tak ingin jauh dari selang, perselangan, ataupun pergumulan berita ahak- ihik nya membuat banyak orang penasaran dengan si koncreng, seperti apakah sosok si Koncreng, sehingga membuat tomblos harus jatuh bangun untuk mendapatkan cinta sejatinya

Singkat cerita……, saya lagi males nulis,, nih… Bersambung sampai saya Mood lagi…


Poniyem, Setelah Digerayangi

Posted: June 7th, 2009 | Author: Baladika | Filed under: Celoteh | Tags: , , , | 62 Comments »

Seorang tetangga, sebut saja namanya poniyem tengah gundah gulana. Sedih dengan kondisi jiwa yang tertekan, entah apa penyebabnya, poniyem kini begitu akrab dengan lagu Olga saputra , di kamar mandi, di ruang tamu, di kamar tidur apalagi, lagu hancur hatiku selalu mengiringi hari-harinya, Usut punya usut ternyata poniyem lagi patah hati, hati nya hancur ketika tau pacar yang ia cintai, pergi meninggalkannya dan lebih memilih teman dekatnya bernama tuminah sebagai pasangan hidupnya. Apa yang bisa dia lakukan poniyem , tak ada segala cara telah di lakukannya, termasuk mencari tips melupakan mantan pacar di internet. Tapi yang ada malah semakin mengingatkan candanya, gurauan, senyuman mantan pacar yang telah belasan tahun bergumul dengan dirinya, baik dengan cinta, hasrat maupun birahi

Poniyem menyesal, namun semua telah menjadi bubur tapi tetap saja penyesalan tak hilang begitu saja, kenapa harus tuminah? Kenapa tuminah yang harus merebut belahan jiwanya, tuminah sahabat dekatnya, inikah yang namanya pagar makan tanaman? Poniyem sedih… ternyata mantannya itu seperti laki-laki pada umumnya. laki-laki yang suka melihat rumput tetangga, tak hanya suka melihat, tapi kagum karena rumput tetangga terlihat lebih hijau, lebat dan semriwing… masih suka melihat belahan tetangga, belahan yang membuat lupa dunia!!!

Cerita putus cinta poniyem hanya gambaran umum kisah cinta masyarakat kita, masih banyak poniyem lain yang bernasib lebih tragis, di campakkan , habis manis sepah di buang, dan kisah melankolis lain nya yang tak lagi menarik di angkat menjadi sinetron. karena cerita sedih seperti sinetron itu sudah banyak menjadi cerita nyata di kehidupan kita, tragis, lalu happy ending, sepertinya sudah menjadi cerita biasa, mungkin ini yang menyebabkan sinetron indonesia tak lagi menjual, karena masyarakat tak perlu menonton layar kaca jika hanya ingin mengikuti alur cerita seperti itu. ini juga menjadi pertanyaan, apakah masyarakat kita belajar dari sinetron dalam menjalani cerita cinta? atau mungkin sintreon yang mengangkat kehidupan nyata menjadi cerita

Lain Poniyem lain tukiyem, tukiyem masih saudara jauh poniyem, sepupu adik ipar ibu poniyem yang menikah dengan saudara angkat dari tukiyem, walau ribetnya silsilah pertalian antara tukiyem dan poniyem, namun tak seribet alur cerita tukiyem yang sukses dengan cerita cinta yang happy ending.. tukiyem bebas dari penderitaan atas penyiksaan dari suami yang jauh dari negri sebrang, setelah bebas kini tukiyem banjir tawaran eksklusif, tawaran maen sinetron, wawancara, dan beberapa acara yang mengungkap kisah cintanya yang berakhir happy ending.. benar-benar seperti sinetron!!! busyet tukiyem…


Tomblos Mendadak Politis

Posted: October 27th, 2008 | Author: Baladika | Filed under: Celoteh, Nasionalisme | Tags: , , , | 29 Comments »

” Saatnya kini yang nyangkul, nyangkul lah dengan baik, yang nyapu, nyapulah dengan baik, yang suka berlendir… Berlendir lah dengan sopan dan pada tempatnya..

Sudah saatnya kita menjalankan aktifitas kita sesuai porsi dan posisi yang kita emban, jangan merecoki dan jangan mengundang untuk di recoki. Agar rasa aman, tentram dan damai terus menyertai, alangkah indah kedamaian jika kita manusia yang mencintai perdamaian…”

Begitu nasehat tomblos pada koncreng yang lama tak bersua, karena cerita cinta mereka terputus di tengah jalan, akhirnya harus merelakan permainan hati itu berhenti, semua sudah berlalu hanya saling menasehati dan saling memuji satu sama lain, ketika awal pertemuan siang itu, tomblos semakin ganteng kata koncreng, dan koncreng semakin cantik kata tomblos…

Tomblos lebih terlihat nasionalis, maklum dia adalah Read the rest of this entry »