Posted: June 7th, 2009 | Author: Baladika | Filed under: Celoteh | Tags: cerita cinta, cerita sinetron, lagu hancur hatiku, olga syahputra | 62 Comments »
Seorang tetangga, sebut saja namanya poniyem tengah gundah gulana. Sedih dengan kondisi jiwa yang tertekan, entah apa penyebabnya, poniyem kini begitu akrab dengan lagu Olga saputra , di kamar mandi, di ruang tamu, di kamar tidur apalagi, lagu hancur hatiku selalu mengiringi hari-harinya, Usut punya usut ternyata poniyem lagi patah hati, hati nya hancur ketika tau pacar yang ia cintai, pergi meninggalkannya dan lebih memilih teman dekatnya bernama tuminah sebagai pasangan hidupnya. Apa yang bisa dia lakukan poniyem , tak ada
segala cara telah di lakukannya, termasuk mencari tips melupakan mantan pacar di internet. Tapi yang ada malah semakin mengingatkan candanya, gurauan, senyuman mantan pacar yang telah belasan tahun bergumul dengan dirinya, baik dengan cinta, hasrat maupun birahi
Poniyem menyesal, namun semua telah menjadi bubur
tapi tetap saja penyesalan tak hilang begitu saja, kenapa harus tuminah
? Kenapa tuminah yang harus merebut belahan jiwanya, tuminah sahabat dekatnya, inikah yang namanya pagar makan tanaman? Poniyem sedih… ternyata mantannya itu seperti laki-laki pada umumnya. laki-laki yang suka melihat rumput tetangga, tak hanya suka melihat, tapi kagum karena rumput tetangga terlihat lebih hijau, lebat dan semriwing…
masih suka melihat belahan tetangga, belahan yang membuat lupa dunia!!!
Cerita putus cinta poniyem hanya gambaran umum kisah cinta masyarakat kita, masih banyak poniyem lain yang bernasib lebih tragis, di campakkan , habis manis sepah di buang, dan kisah melankolis lain nya yang tak lagi menarik di angkat menjadi sinetron. karena cerita sedih seperti sinetron itu sudah banyak menjadi cerita nyata di kehidupan kita, tragis, lalu happy ending, sepertinya sudah menjadi cerita biasa, mungkin ini yang menyebabkan sinetron indonesia tak lagi menjual, karena masyarakat tak perlu menonton layar kaca jika hanya ingin mengikuti alur cerita seperti itu. ini juga menjadi pertanyaan, apakah masyarakat kita belajar dari sinetron dalam menjalani cerita cinta? atau mungkin sintreon yang mengangkat kehidupan nyata menjadi cerita
Lain Poniyem lain tukiyem, tukiyem masih saudara jauh poniyem, sepupu adik ipar ibu poniyem yang menikah dengan saudara angkat dari tukiyem, walau ribetnya silsilah pertalian antara tukiyem dan poniyem, namun tak seribet alur cerita tukiyem yang sukses dengan cerita cinta yang happy ending.. tukiyem bebas dari penderitaan atas penyiksaan dari suami yang jauh dari negri sebrang, setelah bebas kini tukiyem banjir tawaran eksklusif, tawaran maen sinetron, wawancara, dan beberapa acara yang mengungkap kisah cintanya yang berakhir happy ending.. benar-benar seperti sinetron!!! busyet tukiyem… 
Posted: May 28th, 2009 | Author: Baladika | Filed under: Celoteh | Tags: cerita, cerita blogger, cerita lucu | 89 Comments »
Umur blog Suparmin hanya bertahan sebulan, dia merasa beban ketika ngeblog, berkali-kali menulis di blog selalu saja tulisannya dirasa canggung dan gak berkualitas, bahasa yang digunakan dirasa terlalu formal dan kaku, sehingga dia merasa tak jodoh dengan ngeblog, dalam hati kecil suparmin berkata “gak usah ngeblog dari pada stres karena gak bisa nulis bagus, gak usah nulis kalo gak dapat komentar di blog“. padahal suparmin tahu jelas tidak ada ukuran pasti sebuah blog itu bagus atau berkualitas. sayang banget, suparmin termakan doktrin salah tentang blog yang bagus adalah blog dengan banyaknya komentar
Suparmin merasa mati gaya di blog, berbagai macam cara di lakukan untuk mengundang komentar, mulai dari kontroversi sampai cerita yang mengharu biru, namun sayang Blog suparmin tak kunjung mendapatkan komentar. suparmin putus asa, dia sedih dan kecewa, apa yang kurang sehingga blogger lain enggan menjadi pengunjung setia, dan memandang sebelah mata blognya.
Akhirnya tanpa ba bi bu suparmin mendelete acount blog yang ia cintai, blog suparmin tinggal cerita. “selamat tinggal blog… aku tetap mengenangmu
” bisik suparmin dalam hati sebelum memencet tombol delete.
Singkat cerita…Setelah sekian lama vakum, tibalah pada hari yang merubah Read the rest of this entry »
Posted: May 23rd, 2009 | Author: Baladika | Filed under: Celoteh, Nasionalisme, Renungan | Tags: calon presiden, capres, presiden | 41 Comments »
Setelah lama menghilang di tinggal koncreng, akhirnya tomblos muncul lagi dengan berita menghebohkan, kini ia seperti hidup lagi, lepas dari derita cerita cinta yang mengharu biru, tomblos semakin melenggang menjadi pria matang dan semakin dewasa. Gemblengan pengalaman hidup yang panjang membawa tomblos menjadi pria matang, sedikit berwibawa, walau terkadang cengeng.
Tak Disangka dan tak di nyana, Tomblos mencalonkan diri sebagai presiden di negri antah brantah. Negri dimana masyarakatnya masih terbuai dengan cerita drama, alur cerita yang menjual mimpi dan khayalan, mirip film India yang dulu sempat booming di negri antah brantah. Harapan dan mimpi yang di jual masih klise, Pengangguran berkurang, hidup mapan, sekolah gratis, dan sembako murah. Mungkin bagi Negara lain itu bukan lagi janji, tapi realita. Namun inilah negri antah brantah. Jangankan hidup yang mapan, hidup mengarah ke kehidupan yang mapan saja masih menjadi jualan politik. Atau janji penguasa
Tomblos dengan dukungan dana dari kolega yang tak terhingga semakin mantap menjadi calon presiden, modal pengalaman sebagai seorang yang di dzholimi membuat dia semakin di untungkan. Maklum negri ini negri yang beda, negri antah brantah adalah negri dimana masyarakatnya lebih memilih sosok yang pernah di dzholimi atau dianiaya ketimbang sosok capres cerdas dan pintar, sehingga banyak yang yakin tomblos pasti terpilih. Sudah hampir terpilih, karena negri ini sekali lagi negri yang berbeda. Rakyatnya memilih karena iba dan simpati. Visi misi bukan lagi menjadi hal utama dalam memilih capres. Inilah bedanya negri ini dengan negri Obama. Padahal tomblos berulang kali berorasi mengatakan bahwa negri paman sam masih merupakan corong bagi Negara lain untuk bias maju. Mungkin rakyat antah berantah sudah kebal terhadap visi misi, karena selama ini visi dan misi cuman tulisan yang tak pernah terbukti
Tomblos bagaikan hidup dalam negri pencarian bakat seperti AFI dan lain-lain. Untuk menjadi juara tak perlu pinter nyanyi dan bersuara merdu, asalkan hafal lirik. Cukup bermodal kisah hidup yang mengharu biru bisa menjadi juara. Sebagai mantan orang yang di dzholimi. Pembawaan nya sabar dan suka mengadu kepada rakyatnya. Menjadikan tomblos menjadi dekat dengan rakyatnya. Dan dia yakin bakal terpilih sebagai presiden. Dia tahu benar bagaimana karakter rakyatnya yang melankolis dan tak memiliki jiwa petarung.
Syukurlah Indonesia tak seperti negri si tomblos. Tak pernah memiliki presiden atau calon presiden yang cengeng, yang suka mengadu ke rakyat tentang keburukan rival politik, presiden yang mudah tersinggung walaupun terlihat sabar dan berwibawa seperti Tomblos, Semoga tidak akan pernah