Sayonara???
Posting lagi ahh…..
Setelah sempat ketar ketir dengan kebijakan baru dari citibank yang sangat memberatkan publisher, akhirnya lubang yang di tunggu-tunggu itu menganga juga, Sempat di ubek-ubek untuk di buka, sampai beberapa teman adsense mengirim surat secara masal kepada pihak adsense, membujuk agar mau membuka lubang yang mereka tutup rapa-rapat sebelumnya.
Lubang itu bernama western union.
Walau terlambat memposting, tapi dari pada tidak, tak ada salahnya saya khabarkan berita baik ini, Western union kini telah bisa di gunakan orang indonesia sebagai alternatif lain pembayaran earning adsense. berita baik dan kebijakan yang sangat bijak dari Google adsense, seolah menjadi titisan embun di padang rumput tetangga yang gersang…
menyejukkan dan sangat meringankan beban publisher indonesia.
Bagaimana CItibank dan DHL ?
Setelah hampir 3 tahun menggunakan jasa dhl, sepertinya kini saatnya mengucapkan selamat tinggal. banyak kenangan dengan DHL, saking lamanya menjalin hubungan, sopir DHL sampai kenal dengan saya
dengan banyaknya kenangan indah bersama DHL , akhirnya dengan sedikit berat hati, saya mengucapkan sayonara dengan DHL
lalu bagaimana dengan CItibank? sama……….!!!!. sayonara juga mbak CS yang cantik.. 
Lubang itu kian menganga….
Setelah membuktikan sendiri kenaikan biaya penukaran cek adsense di Citibank, saya seperti merasakan bagaimana perasaan ibu-ibu rumah tangga yang harus menerima kenyataan akibat kenaikan harga sembako. Hanya bisa menarik nafas dan “sing ngidaang ngomong ape” kalo orang bali bilang
. diam membisu
dan menatap kanan kiri melihat apakah lubang tetangga ada yang sedikit terbuka
Kakek saya bilang hidup memang harus ada masalah, kalo gak bermasalah bukan hidup namanya
. karena kata kakek saya lagi, konon katanya kita hidup di dunia ini juga karena bermasalah, andai saja adam dan hawa gak bermasalah di surga, tentu kita masih asik di surga. gak perlu lagi capek-capek mikirin cek, mikirin SEO, Mikirin cewek, mikirin temen ngutang gak bayar-bayar, mikirin cek yang cair di bilang belum cair. dan mikirin lubang-lubang lain yang belum juga terbuka, apalagi mikirin rumput tetangga yang lebih hijau, mekar, merekah dan bikin pusiiing…![]()
kawan saya di kutub utara pernah cerita, dia pernah sampai merindukan masalah, karena hidupnya terlalu hambar dengan sang istri, tak ada cekcok kecil, tak ada protes, tak ada gerutu, tak ada variasi hidup, hanya seperti itu-itu saja. bagaikan sayur tanpa garam, bagaikan perlendiran tanpa wanita, bagaikan SEO tanpa rahasia. Hambar dan sangat tak menarik, seperti papua tanpa koteka.
lalu kapan lubang itu menganga? ato mungkin sudah menganga dari dulu, cuman kita masih malu-malu dan ragu untuk masuk dan mencobanya, apa bener ini lubang kita? atau lubang ini milik tetangga? atau jangan-jangan lubang kita udah di coba tetangga
lubang apaan sih….




