Inilah Harmoni…
Posted: December 19th, 2008 | Author: Baladika | Filed under: Renungan | 30 Comments »Ketika sedang jatuh cinta, saya akan lebih merasa syahdu dengan iringan lagu yang mendayu, ketik saya sakit hati ataupun kecewa, maka saya akan lebih suka mendengar lagu yang sedikit ngerock, sambil teriak-teriak seolah ingin menumpahkan kekesalan yang sedang saya alami. Dan ketika ingin tidur lebih lelap, maka saya akan lebih nikmat mendengar irama musik slow yang seolah mampu melepas lelah menanggalkan masalah yang di lewati hari ini lalu terlelap dalam iringan mimpi indah…
hidup itu penuh warna, sayang kita kadang tak menerima keberagaman warna tersebut, dari alam, dari tingkah laku, dari kehidupan kita sehari-hari sebenarnya tuhan telah memberikan kita petunjuk, bahwa dia menciptakan keberagaman untuk kita mengerti, saling berdampingan dan saling mengisi, bukan untuk saling membenci, memusnahkan lalu menjadi fanatik buta dan menimbulkan pembantaian.
Ada teman saya yang sangat fanatik dengan musik rock, sehingga dia membenci bahkan menghujat penikmat musik dangdut, katanya kampungan, kelas bawah dan lain-lain, ada lagi kawan saya yang lain, dia pecinta musik dangdut yang sangat fanatik, dia muak dengan musik jazz yang di anggapnya musik sok elit, sok ekslusif, dia bahkan heran, kok ada manusia yang bisa menikmati musik jenis ini?
Lain teman lain lagi mantan pacar saya, dia sangat menikmati semua musik, asal enak di dengar pasti dia suka, gak peduli jazz, rock, band indie dan lain-lain. tapi dia extreme, ingin menghapus semua aliran lagu dan melebur nya menjadi satu aliran musik saja, sehingga tak ada lagi faksi-faksi ataupun genre – genre musik yang bisa mengkotak-kotak kan selera musik manusia.
Cerita saya tentang musik diatas hanya sebuah gambaran kecil tentang pemeluk agama di dunia saat ini, dulu dan sekarang, dulu ketika agama mulai menjadi pertentangan, dan sampai saat ini setelah muncul beberapa agama semakin merunyamkan pertentangan. Agama seolah menjadi Sebuah keyakinan yang sangat rawan menjadi sebuah pertumpahan darah. sebuah pertentangan dan sebuah awal kehancuran dunia. yang putus asa memikirkan agama akhirnya menjadi atheis, dan menganggap agama hanya menjadi pemecah belah, dan sumber pertumpahan darah.
Banyak yang belum bisa menerima keberagamaan agama, sedikit sekali yang memahami agama, justru sebaliknya, saat ini banyak manusia yang memaksakan agama untuk memahami dirinya, memaksa tuhan menghalal kan perbuatan kejinya. menjadikan agama sebagai dalil dari kehancuran dunia.
Sama seperti musik, saya yakin para pencipta atau pengarang lagu tak ingin idolanya menghujat, memaki, ataupun mencibir aliran musik lain. lagu menurut si pencipta adalah sebuah nutrisi hati saja, pengisi hiburan saja tanpa harus kekerasan untuk memperkenalkan musik mereka. kalo suka dengerin, kalo gak suka jangan menghujat apalagi membunuh si pencipta lagu. ( Untukmu agama mu, Untuk ku agamaku )
Bukan ingin menyamakan tuhan dengan pencipta lagu, tapi saya ingin mengambil inti dari apa yang di ajarkan tuhan dan yang telah di tunjukkan pada mahluknya, agar mengambil pelajaran dari apa-apa yang di tunjukkan. karena tuhan memang sengaja menciptakan keragaman di dunia, bukan sebuah kebetulan dia menciptakan banyak warna, tapi ini memang skenario tuhan untuk kita. Lalu tuhan memberikan kita banyak contoh dari indahnya keberagaman itu dari apa-apa yang di ciptakan nya agar kita mengambil pelajaran . hanya saja banyak dari kita yang tak mau mengambil pelajaran.
Yuk damai … jangan lagi ada perang karena agama, jangan memprovokasi dan jangan mau di provokasi.. saatnya kita menjadi seorang yang mengerti agama, bukan menjadi manusia yang ingin di mengerti agama . Sudah waktunya kita menjadi penganut agama yang benar, seperti penikmat musik yang sewajar nya, apa-apa yang wajar dan tidak berlebihan akan menjadi awal sebuah keharmonisan. tak ada lagi cercaan “musik dangdut kampungan” dan “musik rock musik gadungan”. Hidup ini indah…. bila kita mencintai harmoni..
NB : Kesedihan baladika tentang semakin sensitifnya agama menjadi sebuah pertentangan.



pertamak lalu termehek-mehek…
kedua bos… wah “terheru” saya bacanya bos… good post bos…
Wow Cowok ganteng seperti baladika
bisa bikin aku terharu jg hiks hiks
Semakin sedih juga melihat kondisi perekonomian kita yang semakin terpuruk. Mau tidak mau sebagian orang akan menganggap agama sebagai solusi instan, yang terkadang malah menghalalkan segala cara atas dasar agama
setubuh, ngapain terus gontok-gontokan. mending cari duit yang banyak bareng2
Ane setuju-setuju aja deh walau nggak ngerti maksudnya
Weh si boss artikelnya ngeriii…biasanya lendir sekarang pertentangan agama nih xixixixi
jangan ngomongin daerah “sensitif” aaah..ngeri…hihihi..(*apaan si diajeng ah…
weleh, weleh…kayanya boss baladika baru lulus ujian skripsi S2nya neh..hehehe
keren postingannya boss, btw pertentangan apalagi saling membesar-besarkan agama yang ini…itulah…yang jadi biang kerok boss…
orangnya…maksudnya wekekek
, isi kepala beda2 yakkk…hihihi
btw ane teteup suka musik rock boss ga mau menghujat dangdut ato musik laennya, semua kan punya selera ndiri2 yakkk…
ente masih ngejar saweran ga neh boss…??
ngacirrr
SetujuOm.
Mari kita lihat enaknya banyak agama di negeri kita, minimal dengan banyaknya agama, berarti banyak libur juga. Natal libur, IdulFitri Libur, Paskah Libur, Imlek libur, Nyepi libur, Waisak libur. Asyik kan.Apalagi kalo ditambah THR di masing-masing libur besar keagamaan…wuihhh….
Ayuklah damai saja, daripada terus2an bertikai, padahal sama2 bersaudara……
kok ga da lendir2nya boz.. dah tobat ya.. berkurang dah pakar lendir indonesia kaburr…
Sepertinya kita tambah capek dan suntuk kalau ngomongin masalah perbedaan agama, mendingan semua libur beragama dulu dech semua biar fresh…he.he!
perbedaan itu memang indah boss,
nice post..
hihihih yang soal jazz saya setuju sama penggemar dangdut itu.. kok ya ada yang demen musik jazz.. musik ngantuk kayak gitu.. wkwkwkkkwk
wah dalem bgt boss bahasanya. Bisa dijadikan acuan sebagai undang-undang blogger, agar ga ada lg pengkotak-kotakan ataupun ejekan selera musik apalagi Agama
Saya suka music jazz, saya suka music rock…. dan genre music lainnya. Sama seperti mantan pacarnya baladika, asal enak didenger, it’s beautiful art!!
Agama? perbedaan yang membuat semuanya menjadi indah… kembali ke pemeluknya masing2.
salam
lendirno commentlah
cuma numpang lewat, ngeri ah artikelnya
keberagaman itu memang indah
btw, bos lendir udah tobat and kembali ke jalan yang benar ya?
*ngacir*
HARMONY….HARMONY….. item,merah,ijo, dst… semua munuju kesana, benul ga mas ??
bos…rupanya abis dapat pencerahan nih
damai…damai…damai…peace…peace…peace
emang jarang sih yg bisa mengerti n paham keberagaman…
wew…telat nih ks komennya. tumben kang mas baladika cepet postingnya…
yukk kita damai kang, udahan aja berantemnya..rugi lo kalo berantem ma casual cutie. kikikiki..
wekkk…
kita memang ta sendiri
setuju bosss.. piss men..
Wah duwur ki kelase
[...] Inilah Harmoni… Meta [...]
setiap orang wajib untuk meyakini setiap agama yang dianutnya
tapi bukan berarti dengan keyakinannya itu dia berhak menghakimi keyakinan dan pemahaman orang lain
tulngak bos ???
salam sukses
ditunggu kunjungan dan dukungannya
terimakasih