Popularitas Itu Racun!!!
Posted: November 27th, 2008 | Author: Baladika | Filed under: Celoteh | 45 Comments »beberapa hari terakhir, banyak di beritakan perceraian artis, vokalis band dll, sebenarnya saya sangat tidak tertarik untuk mengikuti berita sampah seperti itu, tapi apalah daya, acara tv sebagian besar menayangkan berita-berita yang menurut saya gak penting untuk di tayangkan itu. sebagai pengangguran yang 70 % hidup bekerja di dampingi tv. sudah pasti akan selalu terlintas berita yang menggelikan seperti tadi.
Rizky Vokalis band the titans dan Aris Indonesia Idol adalah segelintir manusia korban ke populeran. ketidak siapan nya dalam menghadapi kondisi menjadi terkenal membuat lupa daratan, lupa istri, tergiur istri baru, lupa kulit, dan lupa asal usul. walau banyak yang pro mereka karena opini media, tapi realitas berbicara. mereka telah berbeda setelah populer. walaupun penyangkalan di lakukan, tetap saja kenyataan menunjukkan lain. artis dan orang populer sangat mudah untuk membentuk image, dekat dengan media adalah kunci, media bisa membentuk image orang menjadi jahat, santun, menderita, dll yang sebenarnya hanya opini subjektif belaka.
Tak salah jika arman maulana menganggap Popularitas itu racun, racun bagi orang yang tak siap menghadapi kenyataan sebagai orang populer, merasa akan selalu berada diatas, lalu menjadi sombong, angkuh dan lupa daratan.
Menurut teman saya yang bernama Jumain seorang penjual Bakso. Ada dua cobaan yang motif nya sama di dunia ini, namun tak sedikitpun terlihat sama. satu adalah cobaan miskin, cobaan inilah yang sangat terlihat, banyak orang bersabar dan bisa mengontrol lalu lolos dari ujian dan sabar sebagai orang miskin, namun ada juga yang tak lolos, lalu terjerumus di jalan yang salah. Yang kedua adalah cobaan menjadi kaya atau populer. Kondisi yang tak seperti di uji, namun setelah jatuh baru lah terasa ternyata baru saja di uji. itu lah sebabnya mengapa terlihat berbeda, padahal sama. Bedanya jika miskin sejak dari awal sudah terasa di uji, sedang kaya setelah berakhir dari kekayaan dan terpuruk baru lah terasa telah melewati ujian namun gagal.
Bagaimana dengan kepopuleran sebagai Blogger? No Coment
saya belum populer, jadi gak bisa jawab. nanti setelah populer saya akan adakan jumpa pers. Bagaimana rasanya menjadi Blogger Populer
seperti artis populer kah?
Catatan : Kesibukan saya di beberapa web komersil membuat saya sedikit mengabaikan blog personal ini termasuk berkunjung ke blog kawan-kawan. Jadi Bukan karena merasa sudah populer lalu malas blogwalking, seperti umumnya etika ber blogging yang seharusnya berkunjung balik setelah di kunjungi. Entah lah kata orang
saya tak punya banyak teman media yang mampu membantu saya membentuk image sebagai Blogger baik hati.
Salam Perlendiran, salam perdaiamain.
Baladika



Popularitas itu Racun !!!!
yang jadi pertanyaan, itu racun tikus atau racun ikan ? *kabur ah*
hmmmm… gw jg minta maaf bos baru sempat jalan kesini. soalnya rada bisi beberapa hari ini.
ngomong2 soal rizky titans : yah emg dia aja kemaruk, ga siap terkenal, suami ga tau dirilah intinya!! **marah gw klo ingat bininya disia2in..
sekarang kemana aja nih boz baladika, udah kapok sama SEO (Search engine optimization) lendir ya….?
tapi lendir ga beracun kan? :mrgren:
Kadangkala popularitas itu juga menjadi batu sandungan manakala lupa dengan jati diri yang sebenarnya.
Menarik sekali artikelnya mas.
Loh kok popularitas yang racun, bukannya kata cangcuter wanita yang jadi racun….hihihi
*kabor….
yah, sampean memang bukan blogger populer, tapi tetap beracun. hehehe
Betul juga popularitas itu racun, dan sebenarnya bukan hanya popularitas. Pujian juga lebih racun lagi karena membuat kita lupa.
Thanks inspirasinya Mas Baladika
nah mas baladika ini contoh orang yang tidak terkena racun popularitas
Jadi kapan nih jumpa persnya Mas?
bagus om tulisannya, kritis dan mantep
kalau orang jawa bilang sih, ojo dumeh…
tembak terus mantap neh mantep. kritis dan terarah
enak enak enak…..
kapan ya saya jadi populer. padahal segala resep kecantikan sudah saya terapkan di web saya
bang mantap bang tulisannya berbobot dan mengena
racun yang memabukkan
apakah populer dampak dari racun? xixi…
kritis dan mantabs tapi lendirnya juga ga mau ketinggalan
Saya lebih memilih tidak populer(jgn sampai menjadi bahan berita majalah,koran) krn suatu saat roda terus berputar.
Apa jadinya saat kita dibawah ? Msh enak-kah “popularitas” kita yg dulu itu disaat kita di bawah ?
Selamat bersibuk-sibuk, Boss…
Semoga membawa sebuah hasil yang maksimal…
Waks, salamnya keren bener…
Waduuw.. kalo dinyanyikan sama the changcuters gimana tuh.. Popularitas racun dunia ha..
popularitas itu keinginan semua blogger.. termasuk gw.. hehe..
Wew mantabs om baladika , sudah terkenal makin jaya sekarang
wkwkwk, kan udah jadi artis perlendiran bro, moso lupa dengan kontraknya..wekekek
ya otomatis populer dong, wkwkwk, yg jelas saya ndak gila hormat bro, kalo hormatnya yg gila baru ada..hihihi
sepakat.. popularitas itu racun kalo ga da intelektualitas
inget ama lagunya the cangcuters
Ah siapa bilang “baladika.info” belum populer?
Yah, makin tinggi pohon makin keras angin yg menerpa. Semua kembali ke kita aja, mau tetep jadi diri kita apa adanya, berubah sesuai arah angin, atau kekeh menantang angin?
wakakaka racun dunia spt cangcuter om
http://www.jokosupriyanto.com/kamu-memang-racun/
menunggu jumpa pers aja ahh….
Untung saya nggak populer ..kalau popelr udah lupa ama mas yg satu ini
bener bgt tuh GURU..
banyak kali artis yg baru tenar dah LUPA KULIT
pada sombong, dsb
salam prlendiran
Gak apa mas, gak blogwlking bkan brrti smbong kan? Kan mas juga da ksbukan lain
Kpan nih jumpa pers?? Hehehehehe.. 
Kata Perlendiran ga pernah Ilang, Selalu melekat….
Bravo Lendir, kekekekeke
salam lendir juga bos. wekekeke
pastinya akan sangat menyita waktu kita, salah satunya waktu untuk orang2 yang kita cintai.
Racun dunia
life must go on, hidup itu seperti roda, kalo qt ada diatas, sebaiknya inget saat susah
kalo lagi susah, harus chayoooo
artis = idupnya penuh dengan sandiwara… semua serba sinetronis…termasuk idupnya dibikin seperti itu…
hehehehe…
iya tah??
masak sii…
Dulu bisnis selang. Sekarang urusi web komersil. Wah selamat bos. Kombinasi web selang komersil mungkin akan bagus hehehe.
mas baladika, ini adalah postingan terbaik yang pernah saya baca disini kalo boleh saya menilai. sangat meng inspirasi.
ga racun juga sih, Semakin populer semakin banyak job paid review. betul ga boss?
Lalu madunya apa dong
Hmmmm..menurutku tergantung yang populer syapa mas.. populer itu racun hanya untuk yang kurang kuat.. hehehehehe
Makanya lebih enak jadi orang ga populer, atau lebih baik populer di internet aja deh hehe..
kebanyakan orang yang “langsung” tenar pasti lupa daratan… beda ama orang yang tenarnya penuh perjuangan