Popularitas Itu Racun!!!

November 27, 2008 · Posted in Celoteh · 45 Comments 

beberapa hari terakhir, banyak di beritakan perceraian artis, vokalis band dll, sebenarnya saya sangat tidak tertarik untuk mengikuti berita sampah seperti itu, tapi apalah daya, acara tv sebagian besar menayangkan berita-berita yang menurut saya gak penting untuk di tayangkan itu. sebagai pengangguran yang 70 % hidup bekerja di dampingi tv. sudah pasti akan selalu terlintas berita yang menggelikan seperti tadi.

Rizky Vokalis band the titans dan Aris Indonesia Idol adalah segelintir manusia korban ke populeran. ketidak siapan nya dalam menghadapi kondisi menjadi terkenal membuat lupa daratan, lupa istri, tergiur istri baru, lupa kulit, dan lupa asal usul. walau banyak yang pro mereka karena opini Read more

Lowongan Pekerjaan

November 24, 2008 · Posted in Celoteh, Renungan · 28 Comments 

Beberapa hari lalu Tukimin gelisah, berita krisis Global ternyata cukup mengusik dirinya, padahal tukimin hanyalah seorang lelaki tua penjual es kelapa muda di terminal kota, tak akan banyak terasa dampaknya krisis yang saat ini populer itu bagi tuikimin, namun tukimin tetap gelisah.. Ada apa gerangan? Gelisah memikirkan solusi Krisis Global kah?

Usut punya usut ternyata Tukimin adalah ayah dari seorang putra buruh pabrik garmen terbesar di daerahnya, mau tak mau, harus mau menghadapi kenyataan. beberapa bulan lagi bakal ada pemutusan hubungan kerja bagi karyawan garmen itu, karena dampak krisis global saat ini sangat terasa bagi pengusaha ekspor seperti textil ataupun furniture. daya beli orang bule pada keok, mereka lebih memilih menahan dana untuk meng antisipasi krisis yang bakal panjang ini.

Tak hanya Tukimin yang gelisah dan gundah gulana, Poniyem pun ikut gundah, ibu seorang anak yang masih duduk di sebuah perguruan tinggi ini mulai khawatir akan nasib anaknya setelah lulus nanti, apakah menjadi bagian dari pengangguran elit yang semakin memenuhi negri ini? atau menjadi bagian dari komunitas pencari Informasi Lowongan PNS yang semakin tahun terus bertambah, sedang lowongan kerja yang di cari tak sebanding dengan CPNS yang mendaftar.

Saat ini Read more

Capres Iklan, Siapa lagi yang Mundur???

November 19, 2008 · Posted in Celoteh, Nasionalisme, Renungan · 36 Comments 

Minimnya elektibilitas masyarakat membuat Rizal Mallarangeng memilih mundur dalam bursa calon presiden 2009. Mulai besok Rizal akan menghentikan segala kegiatannya yang berhubungan dengan kampanye.

“Saya harus realistis. Secara popularitas meningkat tetapi elektibilitas tidak,” ujar Rizal Mallarangeng seusai peluncuran buku berjudul “Dari Langit” di Goethehaus, Jl Sam Ratulangi, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (19/11/2008). (detik.com )

Rizal Malarangeng hanya satu dari beberapa calon presiden yang getol berkampanye lewat iklan. sehingga capres yang nongol di tv itu pun sering di sebut sebagai “capres iklan” , Siapa lagi kah capres iklan TV yang bakal mundur? mengingat biaya iklan mencapai milyaran Rupiah. belum cukup kuat untuk menjadi modal tunggal untuk melangkah menuju kursi presiden.

Gencarnya tokoh politik yang mengiklankan diri sebagai tokoh yang merasa pantas menjadi presiden membuat saya tertawa dalam hati Inilah politik indonesia Politik yang masih menganggap kepopuleran figur menjadi modal kuat untuk maju menjadi capres, bukan visi atau pun misi nya, bahkan banyak bermunculan trend baru dengan slogan ” saat nya pemimpin muda tampil “, menganggap yang muda lebih bisa memberikan pembaruan, mungkin mengekor keberhasilan Barack obama yang sukses tampil dalam usia muda.

Apa para capres iklan itu tak tau, atau mungkin pura-pura gak tau, kalau jauh sebelum obama tampil di panggung politik, banyak memberikan sumbangan pemikiran ataupun kegiatan yang nyata dan mendapat simpati rakyat amerika, bukan sekedar nongol di tv lewat puisi-puisi ataupun kata-kata yang menggelora..

Tapi semua usaha memang wajar untuk di berikan acungan, paling tidak beliau-beliau itu telah berusaha menjadi lebih di kenal. Namun akan lebih di acungi jempol jika usaha mereka tak hanya di iklan, rakyat sudah bosen dengan puisi penuh angan-angan dan harapan, sekarang bukan jamannya lagi film india yang menjual mimpi. karena akan lebih menyentuh di hati rakyat, bila kampanye mereka di di lakukan dengan penyaluran sumbangan ataupun kegiatan amal lain. Dana iklan di tv tak main-main jumlahnya, kisaran milyaran rupiah, bayangkan jika 4 atau 5 sampe 7 tokoh yang gemar beriklan menyumbangkan dana mereka buat pengentasan kemiskinan.

Hanya tulisan penghantar tidur… ngantuk dan capek.. sudah sampe di bali…

Next Page »