Tomblos Mendadak Politis

October 27, 2008 · Posted in Celoteh, Nasionalisme 

” Saatnya kini yang nyangkul, nyangkul lah dengan baik, yang nyapu, nyapulah dengan baik, yang suka berlendir… Berlendir lah dengan sopan dan pada tempatnya..

Sudah saatnya kita menjalankan aktifitas kita sesuai porsi dan posisi yang kita emban, jangan merecoki dan jangan mengundang untuk di recoki. Agar rasa aman, tentram dan damai terus menyertai, alangkah indah kedamaian jika kita manusia yang mencintai perdamaian…”

Begitu nasehat tomblos pada koncreng yang lama tak bersua, karena cerita cinta mereka terputus di tengah jalan, akhirnya harus merelakan permainan hati itu berhenti, semua sudah berlalu hanya saling menasehati dan saling memuji satu sama lain, ketika awal pertemuan siang itu, tomblos semakin ganteng kata koncreng, dan koncreng semakin cantik kata tomblos…

Tomblos lebih terlihat nasionalis, maklum dia adalah salah satu Caleg dari partai besar dan favorite di daerahnya. Dengan nada seperti menggurui, tomblos berbicara lantang kepada koncreng, yang kebetulan mudik kampung karena masalah administrasi kependudukan yang telah habis masa berlakunya. Maklum sekarang tinggal di mana saja di Indonesia, KTP adalah identitas mutlak sebelum anda di curigai sebagai teroris, ataupun Pelaku Mutilasi yang mulai marak.

Dalam pertemuan mereka yang singkat dan tanpa sengaja di kantor kepala desa, Tomblos berceloteh panjang lebar tentang pentingnya Memupuk rasa nasionalisme yang kini semakin pudar pada generasi muda Indonesia. Padahal hanya itulah modal keutuhan bangsa ini yang mulai tak memiliki posisi tawar di mata dunia internasional. Hutan habis, tambang tinggal kerak, air bersih sulit di dapat, tanah subur menjadi lahan gambut.. Habis tidak tersisa, Ironis semua masalah itu kini menjadi konsumsi politik iklan para kandidat presiden, Bukan mencarikan solusi, namun menjadikan objek kesedihan itu sebagai sebuah upaya meraih simpati…

Konceng lalu berlalu setelah pertemuan nya dengan tomblos tadi… dalam langkah nya yang masih seksi, pikiran koncreng terus bertanya, ada apa dengan tomblos yang seolah kehilangan jati dirinya, Tomblos yang dulu romantis kini mendadak politis.. Apa karena gelora Sumpah Pemuda yang sebentar lagi di peringati Atau mungkin memang jiwa para caleg memang demikian adanya Koncreng pun berlalu sambil seolah-olah tak mau peduli lagi dengan perubahan Tomblos yang sangat drastis tadi……

Artikel yang Berhubungan:

  1. Tomblos Bukan Capresku
  2. Tragedi Cinta Tomblos & Koncreng
  3. Tragedi Cinta Tomblos & Koncreng (Bag II)
  4. Koncreng kena Contreng

Comments

28 Responses to “Tomblos Mendadak Politis”

  1. jadul on October 27th, 2008 5:47 pm

    politik oh politik. 28 oktober pun tetap ga ada perubahan

  2. schatzi on October 27th, 2008 5:57 pm

    Politik???? malas ah..:)

  3. bimoweb.com on October 27th, 2008 7:27 pm

    wah ngomong2 soal politik, blog koransore saya di banned sama wordpress.com hiks hiks

  4. kolot on October 28th, 2008 6:17 am

    ough hidup yang kolot lebih asik. daripada mikirin politik

  5. jadul on October 28th, 2008 6:18 am

    tumben saya pertama

  6. dyatmika on October 28th, 2008 7:53 am

    mending jadi penonton aja deh.. dagelan politik ntar lagi dimulai

  7. Putu Adi on October 28th, 2008 9:23 am

    Bli Baladika ini pintar merangkai cerita berbumbu politik, mau dijadiin Trilogi ya bli?

  8. babbicool on October 28th, 2008 10:20 am

    gw seneng amat ama tulisan mas baladika , ijinkan aku memanggil suhu :-p

  9. Blogger Addicter on October 28th, 2008 10:39 am

    bro..gimana caranya nyangkul, sambil nyapu sekalian maen lendir..wekekek

    ck..ck..selalu dinantikan cerita tomblos dan koncrengnya :)

  10. Keris on October 28th, 2008 7:31 pm

    saya ngapain yah … nyangkul sambil nyapu bisa nggak yah bro? :)

  11. sapimoto on October 28th, 2008 7:56 pm

    Saya gak teebiasa nyangkul, apalagi nyapu barang berlendir…

    Barang berlendir dicangkul, kira-kira enak gak???

  12. ANDRIA on October 28th, 2008 9:33 pm

    Ikut bercoment aaaaaaaaahhhhhhhhh
    lam kenal

  13. eko on October 29th, 2008 3:04 am

    Wah urusan politik gua ga ikut2 ah, tapi sukses buat mereka yang tukang cangkul n sapu :))

  14. bocah on October 29th, 2008 3:10 am

    wah apa yang dimaksud objek kesedihan adalah banyaknya pasar tradisional terbakar ??

  15. Dhimas on October 29th, 2008 5:29 am

    Saya udah pensiun muda dalam berpolitik

  16. spydeeyk on October 29th, 2008 7:25 am

    Baladika ndak coba maju jadi caleg ta? :D

  17. edhitok on October 29th, 2008 10:26 am

    Politik dengan Lendir, apa hubungannya ya? apa ini juga ada kaitanya dengan Yahya Zaini? tak tahu lah aku

  18. koncreng on October 30th, 2008 2:06 am

    hihihi…bli tombos jos aq dunk! udah lama ni ga ngejos ama bli! jadi kepingin lagi!hohohoo….kaburrrrrrrrr

  19. semara on October 30th, 2008 2:09 am

    wahhh kalau bli baladika yg jadi jaleg pasti saya coblos

  20. Reifand on October 30th, 2008 2:24 am

    Artikel yang menarik yang dibumbui dengan politik :) Mau dapat dukungan Caleg?

  21. dedi on October 30th, 2008 11:29 am

    “Pelaku Mutilasi yang mulai marak”
    wah jangan jangan ada pelaku mutilasi nih di sini ? kaburrr

  22. DigiArtBali on October 30th, 2008 7:16 pm

    heheh.. politik oh politik.. maw jadi caleg pemilu 2009 ya bro. heheheheh….

  23. otakkabel.com on October 30th, 2008 7:29 pm

    alah mak… politik lagee ya mas…
    Ga deh…

  24. broky on October 30th, 2008 10:17 pm

    Penuh inspirasi…. Ciri khas baladika
    Artikelnya selalu menarik buat disimak

  25. Entertainment art on October 30th, 2008 11:23 pm

    Weleh berceloteh soal politik.
    Politik itu konsumsinya para pembohong, ga usah ikut ikutan jadi pembohong dan perayu gombal

  26. aha on October 31st, 2008 4:49 am

    kepikiran nggak ndiriin partai lendir bos?

  27. balibuddy newbie on November 1st, 2008 9:42 pm

    manstab broo…..keep it ups!!

  28. Wisata Seo Sadau on May 19th, 2009 9:40 am

    Itu mah caleg karbitan namanya bro? :D

Leave a Reply