Ketika Cinta tak lagi Buta

September 8, 2008 · Posted in Celoteh, Renungan 

Beberapa hari ini saya menemukan banyak sekali kejadian tragis tentang cinta. dari penuturan pedagang bakso yang bernama sugimin, sampe petani internet yang bernama jumain. Sebagian kisah mereka menjadikan saya lebih bijak untuk memahami cinta, sebagian kisahnya lagi, membuat saya sadar, saya orang yang beruntung masih suka wanita

Seperti kisah sugimin yang kini jomblo karena di tinggal pacarnya ponirem. Ponirem yang awalnya hanya pembantu rumah tangga biasa di kawasan elit jakarta. Kini sudah berubah, setelah 4 tahun lamanya menjadi pembantu rumah tangga di taiwan. Negrinya Nenek Moyang tetangga baik saya pengusaha lontong balap beranama Koh Ang. Kisah nya biasa. Seperti kisah-kisah cinta dramatis film layar tancep tahun 80 an. Awal cinta yang buta, yang menganggap dunia milik kita berdua, Akhirnya berubah menjadi cinta tak lagi buta, gengsi dan harta lah yang akhirnya membuat matanya melek. “apalah artinya cinta kalo untuk sengsara. Mau makan cinta bang?? ” kata si ponirem saat berlalu meninggalkan sugimin yang duduk terpaku sambil menghusap air matanya. 5 tahun setia menunggu, berkorban demi sebuah rasa yang bernama cinta. harus menelan kepahitan yang amat. Di tinggal si pujaan hati bernama ponirem yang kini berubah nama menjadi Merry.

Lain lagi kisah Si Jumain seorang petani internet, Yang putus cinta berkali-kali, terakhir putus dengan Minarsih, seorang mahasiswi muda anak pedagang jengkol balado di kota tempat jumain tinggal. Putusnya sangat tragis, dari 5 kali pacaran, hampir sama alasan hubungan yang gagal itu. hanya karena Jumain seorang Petani internet. yang tak memiliki kepastian dalam pekerjaan. kantor tak punya, jabatan tak punya. nasiib… dan nasiiib.. itu saja yang terucap sebelum akhirnya si Jumain menjadi Penerus Ryan sang penjagal manusia dari Jombang itu sebagai Gay. Putus Urat cinta nya terhadap wanita

Tak pernah saya pikirkan sebelumnya jalan hidup sang petani internet yang gagah perkasa. wajah lumayan, dan earning ribuan itu, akhirnya menjadi seorang gay. Di tengah gunjingan masyarakat tentang kaum Gay yang identik dengan kesadisan dalam hubungan percintaan setelah kasus Ryan. Masih ada juga peminat untuk meneruskan komunitas terlarang itu. apakah benar pendapat psikolog tentang tayangan kebanci-bancian yang akhir-akhir ini marak? secara tidak langsung, dapat mempengaruhi psikologi anak. walaupun tidak mempengaruhi langsung, paling tidak masyarakat diajak menerima kalo banci itu biasa dan harus di terima.

Masih teringat semalem sama temen mergokin si jumain bermain birahi dengan hartono teman kencan barunya… Jumain pun kini berubah nama menjadi Juminten

Apa jangan-jangan karena kepergok seperti semalam Jumain AKA juminten berkali-kali putus cinta dengan wanita OMG

Artikel yang Berhubungan:

  1. Tragedi Cinta Tomblos & Koncreng (Bag II)
  2. Tragedi Cinta Tomblos & Koncreng
  3. Skandal Seks Pejabat Lagi trend…
  4. Lagi Di Sentil
  5. Khayalan Itu Pupus Lagi

Comments

33 Responses to “Ketika Cinta tak lagi Buta”

  1. ika on September 9th, 2008 12:15 am

    susah emang,,hare gene kebanci-bancian udah dianggap hal yang biasa.. apalagi untuk kalangan bisnis, wah dianggap sebagai money maker,, :D

  2. chymenk on September 9th, 2008 2:09 am

    Petani Internet yang buta hurup!hehehehe…………

  3. Dhimas on September 9th, 2008 2:27 am

    Ceritanya ngeri deh..

  4. spydeeyk on September 9th, 2008 2:30 am

    petani internet yang mana nie?? :D

  5. sapimoto on September 9th, 2008 2:40 am

    Baladika kisah yang pertama atau yang kedua???

    -kabur, sebelum ada sendal melayang-

  6. jadul on September 9th, 2008 4:09 am

    nah coba ditanyakan dirimu sendiri. kenapa bisa begitu?

  7. iscom on September 9th, 2008 5:39 am

    Jumain jadi Jumina..baru juminten

  8. wa0nez on September 9th, 2008 7:01 am

    Wkakakak…dunia makin edan…kabur..

  9. cashman on September 9th, 2008 10:39 am

    wah kacau nih…….
    korban mutilasi bisa bertambah lagi nih :D

  10. udin on September 9th, 2008 12:41 pm

    waduh, sebagai warga jombang dan petani internet agak ngrasa terpojok nih …. :-?

  11. Raden Beletz on September 9th, 2008 2:21 pm

    wuih…. so sweet… so cool… so beautiful…
    so long… so far… so gok…

    hihihi… lam kenal pak :)

  12. ocik on September 9th, 2008 6:25 pm

    yah, inilah hidup…. kadang2 susah untuk dilogika, apalagi cinta. tidak ada yang mengetahui isi hati orang kecuali Yang di atas…..tapi setidaknya kita hidup di dunia ini punya pilihan. kita sendiri yang memutuskan, memilih yang benar ataukah yang salah….

  13. milan on September 9th, 2008 11:25 pm

    wah kok jadi nangis ya bacanya , karena klilipan kali ya heee

  14. Shugoshin on September 10th, 2008 12:59 am

    Astaga, jaman skrg ada2 aja

  15. Yoyon Sugiono on September 10th, 2008 1:57 am

    Jago cerita neh…

  16. Info Beasiswa on September 10th, 2008 3:42 am

    Aya-aya wae mas baladika ini..

  17. juminah on September 10th, 2008 6:43 am

    Tragis banget nasih si jumain … saya sebagai kakaknya hanya bisa pasrah :D

  18. sugimin on September 10th, 2008 9:17 am

    Emang saya miskin :( ponirem. Tapi dengan cintamu aq bisa branjak kaya :D

  19. mfajrinet on September 10th, 2008 5:04 pm

    Aya-aya wae… ;) idem..

  20. malapu on September 10th, 2008 6:48 pm

    aku cuma mau numpang ngakak aja… hehehe

  21. Hendra W Saputro on September 10th, 2008 7:46 pm

    Disinilah peran psikolog akan laris. Bos, apa gak melirik jadi psikolog perlendiran saja ? Petani akan kalah gengsi dengan Psikolog lo bos :D

  22. ironepunx on September 11th, 2008 9:04 am

    akankah seorang baladika menjadi penerus jumain dan ryan????

    kita tunggu episode selanjutnya :mrgreen:

  23. Gilee.. kabur ah..

  24. preme on September 12th, 2008 10:21 am

    ngomongin siapa sih sbenernya :|

  25. pLuTo on September 13th, 2008 12:00 am

    sebenernya pada ngomong apa sie jadi kayak forum begini, ini blog teh aya aya wae.

  26. Qisthon on September 13th, 2008 4:49 am

    Ini kisah nyata ato imajiner karya Mas baladika aja :)

  27. [...] menikmati indahnya cinta . Tapi jangan biarkan cinta itu menguasai kamu, soalnya bisa berabe kalo cinta itu udah buta [...]

  28. lutfi on September 13th, 2008 9:52 am

    cinta? sudah lupa tuh

    *ngacir**

  29. Rystiono on September 13th, 2008 11:16 am

    Tragis…..

    *geleng-geleng mode on*

  30. spidolhitam on September 13th, 2008 10:24 pm

    yup, duit meteran atau kiloan, juga ga bisa membeli cinta

  31. [...] menikmati indahnya cinta . Tapi jangan biarkan cinta itu menguasai kamu, soalnya bisa berabe kalo cinta itu udah buta [...]

  32. taufik on January 27th, 2009 10:09 am

    waduh hebat juga yaach si oom bahasa puitisnya syalut oye…. tanhk bloknya yaa ….pendatang baru nich… mau belajar … he he he…..

  33. eLLa on April 7th, 2009 5:25 am

    Aduh… Masa 5 kali aja sih udah mau jdi gtu… gue sih udah 8 kali.. sedih tu sedih juga.. kecewa? aduh, kecewe abis LAH!.. tpi, mungkin deh.. bukan jodoh kali ya.. Gue tetap harus mencoba.. Iya kan??…

    hehehe, comment gue terlewat??…

Leave a Reply