Surat terakhir dari Winda

June 16, 2008 · Posted in Celoteh, Nasionalisme, Renungan 

“Bro.. Mungkin ini kali terakhir aku memberi khabar buat kamu, Grasi yang aku ajuin di tolak presiden. Keputusan pengadilan yang memvonis aku mati tinggal menunggu hari H untuk selanjutnya akan dilaksanakan eksekusi hukumanku, aku gak berharap kamu membantu meringankan hukumanku. Karena aku tau kamu bukan presiden atau Ayin sang makelar suap itu, yang bisa aku harepin dari kamu cuman doa, doakan aku selamat di alam sana”

Salam kangen

Winda

Setelah membaca surat itu saya hanya bisa bengong dan sedih. Membayangkan perasaan sahabat saya tadi yang tau kapan dia akan mati. Suatu kondisi yang pasti akan membuat saya gila jika saya mengalaminya. Hampir semua sahabat dari winda mendapatkan kiriman surat yang di beri judul surat terakhir itu.. Termasuk saya sendiri yang lama menjadi sahabatnya. Dia bukan koruptor BLBI apalagi penjahat HPH yang merusak hutan dan membuat miskin rakyat Indonesia. Dia adalah mantan seorang kurir narkoba. Sebuah profesi yang terpaksa dia lakukan demi sebuah kebahagiaan ekonomi.

Lama merenung saya pun memutuskan untuk menjenguk nya di LP khusus narkoba. Dan dalam perjalanan saya berfikir tangis kesedihan akan pecah nanti ketika bertemu dengannya. Tapi sungguh di luar dugaan, setelah di ijinkan petugas untuk bertemu, tak ada raut susah bahkan sedih di mata winda, dia masih terlihat sangat cantik, bahkan tak ada tanda stress dari seorang wanita yang tau kapan dia akan mati.

“ Loh kok malah kamu yang nangis? Bukannya aku yang di vonis mati ” sambil menghusap air mata yang tanpa saya sadari menetes saya hanya bisa memeluk dia erat, seorang sahabat yang dulu begitu banyak membantu saya. Dan sekarang dia harus pergi karena system hukum Indonesia yang menghukum mati setiap pengedar narkoba kelas satu. Kesedihan saya bertambah melihat ketabahan dan kekuatan jiwa seorang wanita muda. Saya terus memeluknya erat, seolah ingin mengatakan, “jangan pergi, jangan pergi…” dan akhirnya winda pun larut dalam kesedihanku, tak bisa menutupi kesedihannya , dia ikut meneteskan air mata, dan membalas memeluk erat tubuh saya, tak ada terdengar suara tangis, hanya air mata dan nafas yang agak tertahan.. dia tau.. Ini kali terakhir dia bisa memeluk tubuhku yang bau, dan jarang mandi. dan aku pun sadar, kelak tak akan lagi ada teguran dari seorang sahabat yang selalu mengingatkan aku untuk rajin mandi

Setelah lama menangis dengan kebisuan, kita mulai tenang. Dan winda wanita tegar itu memulai pembicaraan.. “Ikhlasin aja, doain aku bisa menghadapi masalah ini. Semua sudah di takdirkan. Dan insyaallah ada jalan. Inget rajin mandi ya.., dan jangan lupa, rokok di kurangi. Salam buat teman-teman yang lain. Aku rindu mereka.”

Waktu yang terbatas membuat kita tak bisa lama curhat, petugas penjara memberikan kode bahwa waktu jenguk telah habis. Dan sebelum masuk lagi ke bilik penjara, saya kembali memeluknya, rasanya saya ingin menemani dia disana. Untuk hari-hari terakhirnya. Saya pun tau, dia berharap bisa kumpul lagi dengan saya dan teman-teman di luar penjara.

Saya mengenal winda sebagai wanita periang, suka membantu teman yang kesusahan dan selalu menjadi penengah perselisihan dari sahabat-sahabatnya. Sayang dia terjebak ke dalam sindikat perdagangan narkoba, setelah berteman dengan acong. Seorang WNA asal Taiwan yang ternyata Bandar narkotika lintas Negara. Karena uang dan rasa cinta winda terhadap laki-laki itu, dia pun rela di peralat menjadi kurir narkoba. Juni 2004 dia tertangkap di bandara ngurah rai dengan barang bukti narkotika kelas satu berupa kokain di salah satu kopernya. 2 tahun memperjuangkan ampunan presiden tidak juga berhasil. Tak ada ampunan bagi pengedar narkoba perusak moral generasi muda.

Dalam perjalanan pulang saya hanya bisa mengeluh. Pemerintah benar-benar tidak adil. Negara ini benar-benar tidak adil!! Kenapa kurir seperti dia tak bisa di ampuni? Oke lah narkoba perusak moral generasi muda. Tapi kenapa pelaku Korupsi tidak di perlakukan seperti itu juga? Bukannya korupsi pejabat milyaran rupiah bahkan triliunan rupiah juga membuat moral bangsa ini hilang? Korupsi membuat rakyat melarat dan terjebak dalam kemiskinan panjang. Sehingga karena kemiskinan itu memunculkan keputus asaan membuat rakyat Indonesia hanya bisa menjadi pemimpi. Muncullah orang-orang seperti ahmad zaini, geng nero, geng motor dang geng-geng lainnya yang mencari kebahagiaan lewat tindakan yang salah. Kesenjangan sosial membuat semua tak punya moral lagi. Tak ada alasan pemerintah memberikan hukuman ringan bagi koruptor jika tak ingin Negara ini menjadi bangsa yang tak bermoral. Karena kemiskinan sama berbahayanya dengan narkoba!!

Ahhh… Sudah lah.. tak ada gunanya saya mengeluh, toh tak akan membantu sahabat saya lepas dari hukuman mati. Saya juga bukan AYIN alias Artalyta Suryani yang bisa menyuap jaksa dan bisa mempermainkan pengadilan untuk meloloskan sahabat saya dari tuntutan mati.

Narkoba memang merusak generasi muda. Tapi kemiskinan merusak tatanan seluruh bangsa!! Semoga sahabat saya winda bukan korban dari pemerintah yang hanya ingin menunjukkan eksistensinya terhadap penegakan hukum, karena masih terlalu banyak hukum di Indonesia yang di perjual belikan. Mungkin jika tak ada koruptor indonesia tak miskin lagi, tentu juga tak ada lagi winda-winda berikutnya yang menempuh jalur instan demi sebuah kemapanan ekonomi

Hanya celotehan newbie yang kecewa atas mafia peradilan indonesia

BALADIKA

Artikel yang Berhubungan:

  1. Belajar dari kasus Manusia Akar
  2. Pesan Damai
  3. Trik SEO dari para suhu
  4. "aku harus Gimana?? "
  5. Buka Mata Buka Celana

Comments

50 Responses to “Surat terakhir dari Winda”

  1. Diah on June 16th, 2008 10:53 pm

    Maklum hukum peninggalan jaman koloni, hukum buatan manusia, dan jika berkuasa hukum bisa di rubah seperti membalik telapak tangan

  2. bozz on June 16th, 2008 11:23 pm

    bro, tolong sampaikan salam saya kepada winda…saya salut dengan ketabahannya…

  3. letsgetluz on June 17th, 2008 12:32 am

    our heart aches for her… keadilan memang masih jauh di Indonesia, apalagilah kemakmuran o.0

  4. Gung De on June 17th, 2008 12:54 am

    hmmm memang sulit ya….

  5. Performance car loans on June 17th, 2008 1:13 am

    ini cerita beneran beneran bro?

  6. ruzdee on June 17th, 2008 1:37 am

    suer om… bikin nangis…..

    salam buat winda om. semoga tabah menjalani ini semua….

  7. yudi on June 17th, 2008 5:12 am

    kurir bahkan lebih berat hukumannya dari pecandu. jadi kadang banyak yang ngaku pecandu jika tertangkap.
    yah gimana lagi boss, memang gini keadaannya tanah air

  8. gusta on June 17th, 2008 6:20 am

    Maaf teman teman aku ada kerjaan buat kamu ni…
    Ni lowongan buat ngreviu artikelku $7.5 dikit gpp kan?..silahkan buat yang membutuhkannya…hanya nulis review tentang artikelku tersebut , di posting di blog mu trus submit…
    ni artikel blogku: disini niii h**p://jumatkliwon777.blogspot.com/2008/06/business-with-affiliate-marketing.html
    buruan.. lmayan buat tambahan…kan?pembayaran lewat paypal ya?

    thanks banyak..

  9. gusta on June 17th, 2008 6:22 am

    maaf mengganggu..

  10. Jimmy Kurnia Indradjaya on June 17th, 2008 6:43 am

    Kalau bicara tentang hukum saya enggak bisa ngomong apa2 saking bingungnya. Begitu lengkapnya hukum di Indonesia namun pada saat penerapan biasanya hanya awalnya saja yang hot lalu hilang tanpa kabar. Hukum tentang larangan merokok … rame lalu hilang, ribut2 soal vcd/dvd bajakan lalu enggak ada kelanjutannya, larangan parkir hari2 pertama sampai masuk tv sekarang apa masih ada yang ditilang apalagi yang ban mobilnya digembok?
    Lalu ngapain capek2 dan menghabiskan dana negara kalau setelah selesai enggak digunakan lagi. Supaya anggarannya terpakai…mungkin

  11. bocah on June 17th, 2008 7:55 am

    Bos saya juga banci dengan pamarintahan indonesia

  12. BlueSky on June 17th, 2008 8:17 am

    Tidak terasa air mata ikut menetes pas baca tulisan si bos, salam buat winda bos kalo ketemu dia lagi… Yang tabah…

  13. jimmy on June 17th, 2008 8:20 am

    saya turut bersedih mas, sing tabah ya..

  14. kenapa_tanya on June 17th, 2008 9:38 am

    Ya beginilah pengadilan dunia…Kita lebih yakin dan percaya pada pengadilan di alam sana yg disebut ama Mbak Winda..
    Keadilan harus ditegaakkan meskipun langit akan runtuh…

  15. Ghoven on June 17th, 2008 10:19 am

    Cerita yang mengharukan Om. Ikut sedih dan prihatin atas peristiwa ini :(

    Jika Winda meninggal, semoga dia mendapat tempat yang layak di sisi-Nya.

    Dan jika terpaksa harus menebus dosanya di neraka terlebih dahulu sebelum masuk surga, semoga Malaikat Malik gak tega melihat Winda disiksa lama-lama di neraka.

    Ghoven

  16. Dexno on June 17th, 2008 6:49 pm

    Wah demi kebahagiaan ekonomi.. kenapa lagi milih jalan yang itu bro? kan masih banyak kerjaan yang lain.. seharusnya sebagai sahabat ya ajarin dong nyari duit lewat inet misalnya.. itu baru sahabat.. hehhehehe

    Tapi ya mau bagaimana lagi.. semua punya suratan takdir masing-masing.. itu memang pendapat terakhir tapi yang sebenarnya adalah “kita yang menentukan kemana kita bawa diri kita”

  17. [...] kangen banget ama blogger2 yang lain? seperti baladika yang lagi curhat, brokethesoul yang lagi kecewa ama adbrite, chodirin yang lagi ngadain kontes bola :-), dewaji yang [...]

  18. ika on June 17th, 2008 7:44 pm

    mbak winda adalah tumbal dari proses hukum yang ngawur di indonesia. harusnya yang dihukum mati tuh koruptor,bukannya orang2 kayak mbek winda ini. saya yakin dia hanya terjerumus..

  19. baladika on June 17th, 2008 9:22 pm

    @dexno

    Sebenarnya ini hanya sebuah perbandingan dari penegakan hukum yang katanya adil.

    Koruptor hukumannya: penjara beberapa tahun saja, dampaknya merugikan negara dan mengakibatkan kemiskinan, akibat dari negara yang miskin, semua elemen masyarakat di rugikan. bahkan banyak yng bunuh diri karena putus asa akan ekonomi.

    Kurir narkoba hukumannya sangat berat, bahkan sampe hukuman mati. yang di rugikan narkoba gak se parah kemiskinan. paling yang di rugikan yang suka dugem ama ngewek yang otaknya gak mampu ngontrol diri trus lari ke narkoba :P

    Saya sangat gak setuju adanya hukuman mati, di ganti aja jadi hukuman seumur hidup. semua punya hak untuk bertobat.

    dan saya berharap koruptor di beri hukuman setimpal, yaitu seumur hidup!!! biar kapok. dan bangsa ini gak miskin lagi.

  20. bandunglife on June 17th, 2008 10:05 pm

    kutipan dari corat coret masa laluku:
    “daripada mencuri lebih baik korupsi, siapa tau bisa masuk RCTI” ;)

  21. bandunglife on June 17th, 2008 10:06 pm

    BTW, WP lu alias web lu ini si baladika.info ini…

    kena inject tuh :D

  22. KiMi on June 17th, 2008 10:20 pm

    Huuuaaaa,,,,,,, Sedih sekali!! Ingin menangis!! Semoga Mbak Winda tetap tegar… Hikssss….

  23. ick on June 17th, 2008 11:19 pm

    kuncinya, tetap tabah dan semangat mas yah…

  24. boncel on June 17th, 2008 11:39 pm

    maksudnya apaan?
    :))

  25. robee on June 18th, 2008 2:28 am

    namanya kaya adik saya..
    jadi ke inget..

    pemerintah pasti akan mendapatkan balasan seduai dengan apa yang mereka perbuat dengan amanah yang dipegang.

  26. Baladika on June 18th, 2008 3:39 am

    @bandunglife

    dah di benerin bos, dah gak ada lagi :D

  27. ghozan on June 18th, 2008 6:37 am

    It’s so touching bro… I wish there is a magic and she can get out of the death sentence… I will pray for her…

  28. abeljourney on June 18th, 2008 10:21 am

    aahhh…. tarik napas dulu

  29. joko supriyanto on June 18th, 2008 4:36 pm

    pasti dulu sering dikasih winda :)
    eniwe sperti cerita sinetrin euy

  30. Andyf on June 18th, 2008 10:13 pm

    tumben kali ini saya jadi biru mbaca cerita ini. Sabar aja bos, yang bener juga bakalan menang kok… ;-)

  31. boncel on June 19th, 2008 12:34 am

    ooh, jadi masih idup kan mas?
    ya uda tiap hari aja jengukin ke sel.
    acongnya matiin kalo perlu, btw si winda make juga ga nih mas?

  32. mahesa on June 19th, 2008 12:39 am

    jangan lupa,,,,mandi..hehehehe

  33. Lolak on June 19th, 2008 2:47 am

    ini beneran nggak bos ceritanya?
    tabahkan hatimu nak!

  34. ekads on June 19th, 2008 6:27 am

    yang sabar boss…. inget mandi yang rajin ya…

  35. zonearea on June 19th, 2008 8:45 pm

    wah simaster merenung sedih :(( , ikut sedih ah…. (sambil lihat maria ozawa telanjang)

  36. rizhal on June 19th, 2008 8:48 pm

    Emang hukum dan apapun di Indonesia hasil peninggalan dan ajaran dari penjajah kita Belanda yang sengaja membodoh-bodohi Bangsa ini lebih dari 3 abad…Saatnya kita para newbie (Generasi Muda) bangkit Bro… :)

  37. bocahiseng on June 19th, 2008 11:33 pm

    hukum indonesia kadang-kadang emang sulit dipercaya

  38. jaya on June 20th, 2008 2:12 am

    jadi ikut males mandi

  39. lukick on June 20th, 2008 2:24 am

    kasiaaan….

  40. widis on June 20th, 2008 3:24 am

    itu acong ngga nyogog hakim nya?

  41. penyu on June 20th, 2008 4:24 am

    Harusnya makelarnya yang dicari dan dihukum berat, oh ya koruptor-koruptor itu yang harusnya dibuatin aturan hukum mati biar jera, hukum di indonesia memang aneh T_T

  42. sapimoto on June 20th, 2008 5:11 am

    Yang membuat aturan pejabat, yang korupsi pejabat…
    Jeruk makan jeruk donk???

    Ikut prihatin atas nasib Winda, temennya Baladika

  43. chodirin on June 20th, 2008 5:57 am

    yg kayak gini only in indonesia .
    eh om,, meluknya jangan erat2 dong

  44. ick on June 20th, 2008 8:39 pm

    begitulah hukum di indonesia bung dika… kalau punya duit lebih dan kasus ndak begitu di ekspose kita bisa dengan mudah memutar balikkan fakta…

    *turut sedih :( ama sahabatnya bung dika

  45. Didi on June 20th, 2008 9:28 pm

    Kisah yang sangat menggugah hati.Sebagai pelajaran.

  46. jadul on June 20th, 2008 10:10 pm

    sabar sabar….
    hidup emang penuh perjuangan
    ga berjuang ga asik
    yang panting hidup selow

  47. rissa on June 22nd, 2008 7:20 pm

    ini beneran gak??? sorry bro tapi aku meragukannya.. :D

  48. Dedy Ismanto on July 1st, 2008 6:41 pm

    Saya sangat kagum dengan ketabahan dan ketegaran Winda. Sampaikan salam saya buat dia.
    Semoga Allah SWT selalu melindunginya. Amin
    Semoga pemerintah juga menghukum mati para koruptor dan para pejabat penegak hukum yang hanya bisa menghukum orang kecil dan rakyat yang tak tahu akan hukum.
    Bila tidak Allah akan selalu menimpakan bencana di Negeri Indonesia Tercinta ini.
    Semoga Allah mengampuni dosa kita Semua

  49. Gudang Mp3 on July 27th, 2008 9:25 pm

    amiiin….

  50. Bloging, latih kreativitas « Opinis’s Weblog on September 26th, 2008 2:56 am

    [...] tuangkan bisa jadi dapat bermanfaat bagi orang lain misalnya sebagai inspirasi. contohnya kisah persahabatan yang tetap hingga maut akan [...]

Leave a Reply