Dedy Mizwar : “Malu jadi benalu, Malu karena minta melulu”
Dua tahun yang lalu ada curhatan seorang teman yang merasa sedikit terusik dengan banyaknya saingan bisnisnya kala itu. teman saya yang seorang penjual bakso keliling harus rela bersaing dengan 30 an pedagang bakso dalam satu rute. Sebuah keadaan yang tak lazim di tahun sebelumnya. Karena sebelumnya, pedagang bakso yang lewat di rute itu tak lebih dari 5 pedagang, dulu mungkin banyak orang enggan menjadi penjual bakso. Kini semakin banyak yang berminat menjadi penjual bakso, karena tak ada lagi lapangan pekerjaan yang luas, hanya ada pilihan sebagai pedagang. dan mungkin menjadi pedagang bakso di anggap sebagai pilihan yang pas.
Di balik keterusikan nya, temen saya tadi bangga, paling tidak bangga terhadap usaha rakyat indonesia. selalu mencoba peruntungan, tak kenal menyerah untuk berusaha. karena kita tak pernah tau, dijalan apa kita mendapatkan kesuksesan.
Tak hanya teman saya si pedagang bakso tadi yang merasa terlalu banyak saingan dalam bisnisnya. teman saya yang lain pun demikian. Salah satu teman yang berprofesi sebagai pencari barang bekas merasakan hal yang sama. Bahkan dia mulai tergusur kekuatan pencari barang bekas yang menggunakan sepeda motor. dia yang hanya mengais dengan berjalan kaki kalah cepat dengan keberadaan pemulung yang lebih parlente dengan menggunakan sepeda motor bahkan mobil pick up. lahan nya semakin sempit, sempit dan sempit…
Tapi teman saya si pemulung itu bangga, ada orang berpendidikan yang mencari rejeki halal sebagai pemulung, tentu lebih mulia dari pada menggunakan pendidikannya sebagai kelebihan menjadi seorang koruptor.
Bagaimana dengan para pemain bisnis online ? Read the rest of this entry »



