Puisi Narsis

April 25, 2008 · Posted in Celoteh 

Biar Hujan menghapus jejakmu…

jejak kaki gajahmu yang membuat jengkel hatiku..

oh rahwana.. rahwana sang pemerkosa shinta..

Akhirnya lo kena gigitan nyamuk cikungunya alaaah…

Gara-gara chating dengan temen yang melankolis saya jadi belajar buat puisi.. maunya sih puitis.. tapi apa daya… imajinasi gak sampe kesana.. hanya mentok sebagai penulis gadungan. menulis sesuai kata hati (semau gue) , menulis apa yang ada di kepala. jadi ya… kacau gini deh.. Andai saja saya seorang penulis yang memiliki nama besar. tentu puisi diatas akan menjadi karya yang spektakuler, dan di teliti makna nya dengan mendalam, padahal saya sendiri gak tau artinya

Sebenarnya saya sangat menyukai seni, tapi seni yang saya mengerti tentunya. karena selama ini banyak sekali kesenian yang tidak saya mengerti dimana letak seninya. kadang cuman coretan diatas kanvas yang seperti tak memiliki makna, tapi bagi orang-orang yang cerdas di bidang seni lukis menilai itu adalah sebuah hasil seni yang spektakuler. menelusuri sebuah misteri coretan pelukis ternama itu pun menjadi sebuah tantangan. sehingga harga lukisan di bandrol milyaran rupiah, biasa mungkin bagi pakar-pakar seni lukis. tapi menurut saya luar kebiasaaan. jika pun saya mampu membeli, gak akan ada niat saya membelinya, karena saya tidak menemukan kepuasan seni disana. gak ngerti.. wong cuman coretan

Saya kadang berrtanya tanya dalam hati. apa ada kontak bathin atau kekuatan bathin diantara pecinta lukisan seni abstrak. karena biasanya pecinta lukisan abstrak serempak dan sehati menilai sebuah keunikan coretan abstrak pada sebuah lukisan. atau memang saya yang bego yang tidak menangkap sebuah seni pada coretan itu. jadi bingung…

Dalam sebuah sinetron warkop DKI hal ini pernah di singgung. Dimana almarhum dono waktu itu berperan sebagai pelukisan gadungan. mengaku bernama seorang pelukis ternama. sehingga lukisan nya yang acak-acakan pun di hargai ratusan juta rupiah. tapi akhirnya lukisan itu di buang setelah tahu ternyata si dono itu adalah pelukis gadungan. semoga inti kisah itu bukan cerminan sebagian orang seni kita yang membeli nama besar di banding makna seni nya.

Dan harus kah orang seni itu berpenampilan acak-ackan ( cuek ), rambut gondrong, usang dan kriwil, jenggot di biarkan panjang tak terurus, bicaranya dan sorot matanya dalam dan penuh arti… sujiwo tedjo banget deh.. gak afdol rasanya di sebut seniman kalo tidak demikian…

No related posts.

Comments

21 Responses to “Puisi Narsis”

  1. @del on April 25th, 2008 2:02 pm

    Pertamaxxxx ga disubsidi makin mahal..
    sok romantis-romantisan niy??? bikinin aku bro satu aja buat yayangku yang baru ulang tahun :)

  2. Wiellyam on April 25th, 2008 6:11 pm

    wah lagi musim atau apa nih, kok pada romantis semua ya…

  3. aRya on April 25th, 2008 7:30 pm

    bukan musim tapi pada kesambet
    wkwkwkkw

  4. jimmy on April 25th, 2008 8:29 pm

    saya juga pekerja seni lho.. tapi gak kayak sujiwo tejo :D seni saya seni jualan :)

  5. bozz on April 26th, 2008 12:01 am

    boss, postingan ini masih ada hubungannya dengan tante teny ga sih, koq sekarang jd melankolis gt ???

    Btw, salam bwat anaknya tante teny, ditunggu kiriman lumpianya…

  6. free ebooks on April 26th, 2008 12:24 am

    puisinya romantis…tapi emang narsis :)

  7. jinhp on April 26th, 2008 2:18 am

    Wah…aku pesen satu ya Bos, puisi stress tapi ;))

  8. bocah on April 26th, 2008 4:21 am

    bos saya udah acak-acakan tapi belom juga bisa jadi seniman :D . Berarti kalo mau lukisan elek kita dihargai mahal harus cari nama besar. Hahahah

  9. Seminyak Villas | Bali Web Design Service on April 26th, 2008 5:26 am

    [...] Kendati saya orangnya isengan dan juga suka test case, sampai saat ini saya belum kepikiran untuk belajar buat puisi « Auto Insurance [...]

  10. Okta Sihotang on April 26th, 2008 5:57 am

    dagh..mirip liriknya peterpan, menghapus jejakmu ;)

  11. masowen on April 26th, 2008 10:51 am

    saya kalo bangun tidur jadi seniman…orang yang mengeluarkan “seni”

  12. dudi on April 26th, 2008 7:11 pm

    mau tak ajarin bos bikin puisi,kebetulan nih bekas anak sastra :D..met kenal bos

  13. Ghoven on April 26th, 2008 8:28 pm

    Baladika ,,,, Baladika ,,,,
    Ono2 wae ,,,,
    (Icon geleng2 kepala-nya mana yach)

    ^_^

  14. Logicb0x on April 26th, 2008 8:36 pm

    Aya Aya Waee

  15. cempluk on April 26th, 2008 9:31 pm

    nge baca puisi nya, cempluk jadi cengengesan sendiri… :D

  16. tutsugi on April 26th, 2008 10:08 pm

    Menurut saya seni itu gak perlu dimengerti tetapi dinikmati. Dengan apa? Dengan hati, sebab seni lebih berurusan dengan citarasa dibanding logika. Maaf, saya gak bermaksud menggurui….

  17. hanggadamai on April 27th, 2008 8:31 am

    wuiih puisi narsis…
    kalo gtu diriku jg mw narsis dong…
    hehehehe

  18. download lagu indonesia on April 27th, 2008 12:04 pm

    WoW!! menurutku malah amat sangat kreatif tuh bos..he3 kalo boleh komen 1 kata : unik dah huehehe

  19. free movies on April 28th, 2008 5:27 am

    puisinya seperti kisah wayang yaks…:)

  20. bujang on April 28th, 2008 11:14 am

    tambahin mas… “rahwana , anu mu pasti anu ya… :D

  21. ekads on May 2nd, 2008 6:06 am

    SENI = Seneb Ningalin
    sing keto bli?

Leave a Reply