Biar Hujan menghapus jejakmu…

jejak kaki gajahmu yang membuat jengkel hatiku..

oh rahwana.. rahwana sang pemerkosa shinta..

Akhirnya lo kena gigitan nyamuk cikungunya alaaah…

Gara-gara chating dengan temen yang melankolis saya jadi belajar buat puisi.. maunya sih puitis.. tapi apa daya… imajinasi gak sampe kesana.. hanya mentok sebagai penulis gadungan. menulis sesuai kata hati (semau gue) , menulis apa yang ada di kepala. jadi ya… kacau gini deh.. Andai saja saya seorang penulis yang memiliki nama besar. tentu puisi diatas akan menjadi karya yang spektakuler, dan di teliti makna nya dengan mendalam, padahal saya sendiri gak tau artinya

Sebenarnya saya sangat menyukai seni, tapi Read the rest of this entry »