Rahasia di balik ketidak aktifan saya ngeblog akhir-akhir Ini….

Masalah yang ruwet belakangan ini mulai dari pemblokiran beberapa website oleh pemerintah indonesia membuat saya jenuh dengan dunia online. saya pun memutuskan berlibur ke sebuah pulau dekat timor leste, namun masih masuk wilayah NTT indonesia. pulau indah itu bernama pulau jalu. luas wilayahnya sekitar 1000 meter persegi, cukup untuk sebuah perjalanan wisata yang butuh kesunyian, sejenak lepas dari permasalahan yang semakin kacau akhir-akhir ini.

Ada kejadian yang menegangkan sempat saya alami. sebelum sampai ke pulau mungil itu. saya bersama rombongan paket wisata pulau terluar indonesia sebelumnya salah haluan ketika menuju pulau jalu. kapal boat ukuran sedang yang kami gunakan menyebrang malah nyasar ke pulau lain milik negara Timor leste. awalnya kami tidak sadar. karena lokasi pulau yang kami tuju sangat mirip dengan pulau jalu yang di ceritakan pemandu wisata kami. sebelum sampai pada pulau itu, kami di cegat kapal patroli milik tentara Timor leste. dengan tembakan peringatan. kami diarahkan menepi ke pulau yang salah itu.

Sampai di pulau itu, kami di periksa satu persatu. mulai dari barang bawaan sampe seluruh tubuh kami di gerayangi , seperti layaknya prosedur pemeriksaan terhadap sandera. pemandu wisata kami yang kebetulan berasal dari kupang sempat bernegosiasi dengan militer Timor leste dengan menggunakan bahasa timor. tapi sayang usaha itu gagal. kami tetap di paksa untuk menuju kamp militer mereka yang berada gak jauh dari tepi pantai. saya berfikir. ini bakal menjadi headline di indonesia. paling tidak berita penyanderaan kami bisa menandingi berita heboh keganasan KPK menangkap koruptor.

Semua teman kami sesama wisatawan sudah tampak tegang. saya jadi teringat saat berita penyanderaan meutia hafidz dan kameramen budiono di irak beberapa tahun lalu. dan dipikiran saya pun terlintas jika saya di lepas dari penyanderaan ini. paling tidak beberapa stasiun tv nasional bakal mewawancarai saya sebagai korban penyanderaan. dan sambil berjalan menuju kamp yang di tuju. saya berkhayal sambil menyusun kata-kata jika nanti saya di wawancarai stasiun tv. pokoknya baladika bakal terkenal deh…

Tiba di camp seluruh sandera termasuk saya di perintahkan melepas semua jenis barang elektronik yang kami bawa, termasuk HP. kebetulan waktu itu saya membawa 2 buah HP dan saya pun hanya menyerahkan 1 buah saja, bukan karena sayang HP nya. tapi saya berfikir jika hal buruk terjadi paling tidak saya bisa memberi khabar orang-orang di rumah. walau sebelumnya ada ancaman bagi yang nekat menyembunyikan HP atau alat komunikasi lain kami akan di tembak di tempat. tapi saya tetap nekat.

Setelah terkumpul semua HP ( kecuali 1 HP saya ) dan alat elektronik lain termasuk Ipod, camera digital dll kami di giring lagi menuju kamp yang lain. namun kamp kali ini lebih mirip penjara. sekitar 4 tentara mengawal kami sampe pintu bangunan yang juga mirip gudang senjata itu. semua sandera sangat patuh. tak ingin nyawanya melayang sia-sia di tangan pasukan militer negara yang baru merdeka itu.

setelah hampir 5 jam kami di dalam gudang, kesialan menimpa kami….. sayup-sayup terdengar nada dering lagu eminem dari handphone yang saya sembunyikan tadi. ketegangan mulai terasa dari semua sandera karena bakal ada yang tertembak. Tapi aneh nya 4 tentara yang mengawasi kami itu diam saja. tak ada kemarahan yang di tunjukkan dengan adanya suara dering handphone, dering handphone dengan lagu eminem terus berdering , semakin lama, semakin keras. dan saya pun terbangun!! ooohhh…….ternyata cuman mimpi….. nada dering lagu eminem itu memang nada dering hp saya, …. liburan yang menegangkan itu hanya mimpi … Oh tuhan syukurlah.. ini hanya mimpi….
Saya pun segera mengangkat HP yang berdering itu…, ternyata telpon dari temen, saya lupa kalo ada janji siang ini dengan dia.

Dan saya pun buru-buru mandi, lalu pergi ke tekapeh….

Syukur gak jadi di tembak..