Sudah kayak film yang sukses nih ada bagian keduanya

Sebenarnya cerita kali ini bukan kisah nyata seperti cerita sebelumnya disini, dalam cerita ini hanya sambung-menyambung beberapa dari kisah tomblos dan terinspirasi juga dari pengalaman orang-orang di sekitar saya .

Mungkin pelajaran yang bisa di petik.

Bahwa Kesetiaan itu mahal, maka pertahankanlah jika kamu mendapatkannya, dan kebahagiaan itu kadang muncul dari sesuatu yang kita anggap tidak berharga.

Dalam lanjutan cerita ini, kayaknya kesedihan si tomblos bakal berakhir, seperti layaknya kebanyakan film yang menyisipkan sebuah pelajaran. Tomblos yang setia tak akan berakhir pada situasi dimana dia menjadi korban kekejaman dari yang namanya “modernisasi” akhir cerita tomblos ini lebih mirip tokoh film jaman dodol “midun” dalam kisahnya “sengsara membawea nikmat” hanya berbeda alur..

Ternyata tomblos bukanlah korban yang sebenarnya disini. Justru koncreng lah yang menjadi korban selanjutnyan akibat dari sebuah kesilauan kehidupan kota. Kesetiaan tomblos akhirnya terbayar dengan pantas, walau harus rela menjadi pemuda yang berstatus sebagai mantan orang gila, tapi buat tomblos mampu melewatinya itu merupakan sebuah kebahagiaan yang tak ternilai harganya.

Gimana? Ceritanya di lanjut gaak?? Kasi lanjut gak?? Kassii daaahhh

Cerita berlanjut…

Mari Mengawali cerita pada kisah tomblos terlebih dahulu..

Beberapa lama berselang setelah di tinggal koncreng. Tomblos yang sempat defresi sedikit-demi sedikit mulai pulih, nalurinya sebagai laki-laki yang tegar dan kuat akhirnya memunculkan Pemberontakan pada jiwanya untuk tetap semangat hidup dan keluar dari keterpurukan. kata hati yang tak mau gila menjadi kunci utama dia kembali normal, kembali sebagai seorang pemuda dan idaman para wanita dikampung.

Walau bersatus sebagai mantan orang gila namun tidak sedikit Read the rest of this entry »