Budaya Sogok Menyogok
Patroli Dulu Nyok…
Kemaren saya banyak mendapatkan kiriman pesan berantai lewat YM (Yahoo messenger). yang mengingatkan bahwa akhir-akhir ini ada banyak oknum polisi yang sengaja menjebak para pengguna jalan yang melanggar untuk menyogok polisi. karena katanya ada imbalan uang sebesar Rp.10.000.000 dari kapolri kepada anggotanya pada setiap 1 kasus yang terbukti melakukan penyogokan dari pengguna jalan yang melanggar. kalo tidak salah di pesan YM itu juga menyebutkan bahwa, jika terbukti menyogok si penyogok juga mendapatkan hukuman berupa denda Rp.10.000.000. senilai dengan imbalan yang di berikan kapolri kepada anggotanya yang berhasil menjebak menangkap si penyogok.
Jika Pesan YM itu benar, Efektifkah cara jajaran kepolisian untuk menekan atau menghapus budaya sogok menyogok pada masyarakat kita maupun terhadap anggotanya yang sudah menjadi tradisi itu? Bukannya ini malah mirip jebakan buat pengguna jalan, yang mana tidak semua pengguna jalan mengetahui jebakan aturan yang ada, kenapa polisi tidak mensosialisasikan dulu aturan ini kepada masyarakat?. kalo caranya seperti ini layakkah ini di pandang sebagai sebuah penegakan hukum atau untuk mengikis budaya yang salah itu?
Mungkin saja Pesan dari YM itu hanya pesan SPAM. seperti pesan-pesan SPAM lain yang sering mampir pada yahoo messenger kita. mungkin juga bertujuan ingin memperburuk citra polisi yang rawan di sogok. terutama oleh pengguna jalan. Saya bukannya sentimen atau ada dendam pribadi dengan institusi polri, wong temen saya sesama blogger juga ada yang berprofesi sebagai polisi ![]()
Sekedar cerita pengalaman di tilang polisi nih, memang sedikit mirip iklan yang pernah tayang di TV.tapi ini bener-bener kisah nyata dari kejadian yang saya alami. Kejadiannya dulu banget, beberapa tahun yang lalu (tepatnya saya lupa) saya pernah di tilang polisi karena memang saya melanggar. jalur yang harusnya tidak boleh saya lalui saya nekat lewati, sialnya ternyata ada 2 polisi sembunyi di bawah pohon yang agak gelap, tidak terlihat sebelum saya masuk lewat jalur itu. dan priittt!!! sapa ramah polisi membuat saya tersipu malu dan merasa bersalah.
“selamat malam , Anda tau kenapa saya stop? ” saya jawab santai ” tau pak, saya melanggar”, sambil nyegir tentunya. “udah tau larangan masuk lewat sini kenapa masih lewat sini?” masih tersipu malu dan agak grogi sambil pura-pura santai saya menjawab, “saya kira gak ada polisi pak”
Denger jawaban saya pak polisi marah-marah “Anda pikir saya sengaja menjebak anda ya? kalo gak ada polisi anda tetep melanggar gitu ya? berapa polisi yang di butuhkan pemerintah kalo pengguna jalan berfikiran seperti anda? harusnya sadar dan taat pada rambu-rambu yang udah ada, dan bla…bla..bla..(ceramahnya panjang) “ayo ikut saya ke pos” saya hanya cengengesan. senyum-senyum sambil nunduk di ajak ke pos polisi terdekat![]()
Akhirnya di giring ke pos yang deket dari TKP. ngobrol-ngobrol ujungnya saya bayar deh Rp.20.000, harga itu udah di sunat dari yang seharusnya Rp.75.000. karena selain melanggar jalur, saya juga gak pake helm. maklum jalan itu sering saya lalui dan gak ada apa-apa, sial aja malam itu kebetulan ada pak polisi disana. dan setelah nego yang alot kesalahan saya jadi agak ringan, padahal saya sempat minta surat tilang lo, tapi polisi memang baik hati, saya gak perlu di sidang dan surat tilang, cukup dengan Rp.20.000 saja, saya bisa melanjutkan perjalanan![]()
Bisa disunat sebanyak itu apa karena saya gak pake surat tilang ya??? gak taulah, yang penting saya sama-sama ikhlas dengan pak polisi tadi. Kalo begini siapa yang membudayakan sogok menyogok ya? saya atau polisi? atau pemerintah yang kurang memperhatikan kesejahteraan polisi, sehingga polisi masih tergoda untuk mencari tambahan lagi dijalan. No coment deh.. Ntar kena pasal UU ITE. jadi serem, kayak jaman soeharto dulu. pers di kontrol ketat![]()
Tapi yang pasti budaya sogok menyogok itu sebuah tradisi yang bukan saja kesalahan satu pihak, sogok menyogok tetap adalah sebuah perbuatan yang di setujui oleh 2 belah pihak. itu sudah seperti tradisi tegur sapa. imbal balik dan sebangsanya yang saling berkaitan.
Patroli Dulu Ahh…..
Maaf buat pak polisi, bukannya ingin mengidentikkan polisi dengan hal sogok menyogok, dan bukan berarti pula instansi lain mulus dari budaya ini. cuman dalam hal ini . hal tilang menilang lah yang paling mudah di tangkap masyarakat .
Artikel yang Berhubungan:
Comments
38 Responses to “Budaya Sogok Menyogok”
Leave a Reply




pertamax hehehe
lah bukannya di posting sebelumnya udah kena pasal UU ITE
iya tuh, aku juga dapat…
kalo polisi menawarkan jalan pintas kenapa ngga? daripada harus cape2 sidang ke pengadilan.. jadi siapa yang salah? dua-duanya kayanya ya..
waahhh…
ini bisa dikategorikan sebagai bukti otentik.
dan sodara bisa kena pasal jugak.!!
ha.ha.ha..
*suut ngomongin pasal ahh…*
beneran deh keknya itu…
beneran kok, di sby udah diberlakukan.
kasian bgt, ada yg nyogok 10rb buntut2nya malah dipenjara, hehehe
kalo emang beneran gitu, gak adil ahh…
Wah musti hati-hati “nyogok” nih,…tapi kalau dimintain sogokan gimana sementara kita belum tahu ada aturan gitu?..*kalah terus kartunya!
Xixixixi… bgitulah budaya kita. Sudah mendarah daging sey… Hiks…
Saya sebagai anggota Polri ingin mengklarifikasi semua pandangan pembaca di web ini, sebenarnya semua itu akan kembali ke individu masing-masing :). Berhubung dalam hal ini Polisi yang disudutkan saya angkat bicara deh
. Saya memang baru jadi Polisi ( sekitar 4 tahunan ), dan selama saya bertugas saya PERNAH MENDENGAR ada SAYEMBARA SEPERTI YANG ADA DI YM TERSEBUT. Saya tidak akan membeberkan di Jajaran saya, meski itu sebenarnya hak saya. Saya tidak ingin melakukannya karena saya memang ingin masyarakat Internet Nyaman dengan kondisi yang sekarang.
Dan perlu diketahui bahwa jika rekan-rekan sekalian ditilang di jalan raya lebih baik minta surat tilang saja jika memang terbukti bersalah (tanyakan apa kesalahan rekan-rekan), saya tidak menutup-nutupi memang masih banyak Polisi yang mencari kesalahan pengendara tapi bukan berarti budaya suap tetap berjalan bukan???
Suap menjadi budaya di negara kita karena sifat individu selalu ingin instant dan tidak repot, mari kita bersama hilangkan budaya tersebut dan mengarah ke jalan yang lebih baik.
Terima kasih buat Sobat gw Baladika untuk mengingatkan saya akan hal ini
Maksudnya “TIDAK PERNAH MENDENGAR ada SAYEMBARA SEPERTI YANG ADA DI YM TERSEBUT”
Perlu diketahui juga Kapolri saat ini mewanti-wanti adanya SUAP-MENYUAP di Tubuh Polri, apalagi di Lingkungan Masyarakat!!!!!
Buktinya sudah banyak kok
pak polisi keluar sarang nih hihihihi. thanks pak polisi dah mampir
emang lebah, pake sarang????
yaaaa…itung” jjl malem hehehehehe…
Di filem ada istilah Bad Cops dan Good Cops.
kalo dipikir2, siapa yang salah ya?!
:kabur:
yang kena tilang pengen kendaraannya aman, sedangkan polisi pengen balikin modal
@ andyf
Wah kan sudah dibilang semua itu akan kembali ke individu itu sendiri, jadi jangan menuduh si A atau si B donk…ndak ada yang sempurna di dunia ini cuman rokok aja yang Sampoerna huehehehehe…
Kalo di Bali orang mau sembahyang/ibadah ke Pura atau shalat jum’at sering banyak yang nggak pake helm… apakah ada aturan khusus untuk hal ini? pake helm bukannya suatu keharusan yang diatur dlm undang-undang? mohon penjelasannya pak polisi. padahal malam itu bos ngocok tu pake sarung ya?
BIasanya sih polisi duluan yang minta bayaran dan kita mengiyakan. Aku rasa pak polisi itu melakukan hal tersebut bukan karena terdesak kebutuhan, melainkan karena tradisi yang sudah dianggap lumrah. Ne misal kita ga mau kasih duit, tuh pak polisi jarang ngambek koq, malah biasanya bapak tersebut menyarankan untuk sidang.
Aku salut deh dengan kerja pak polisi, walau kekurangan personil, tapi mereka tetap kerja dengan bener. Hanya oknum saja yang melakukan hal-hal yang ga bener!
Saya bukan Roy Suryo, jadi saya tidak berani menggeneralisasi kebejatan polisi. HANYA OKNUM
Sebenarnya tidak perlu diambil pusing. Semua kembali ke masing” individu masing”. Ya iylah wonk namanya juga manusia selalu ada yang baik & ada yang buruk. Itu namanya keseimbangan dalam kehidupan. Banyak faktor yang menyebabkan hal tersebut terjadi. Bayangkan kalo didunia ini semua orang berperilaku & berbuat baik semua. Tentunya gak akan ada polisi bahkan aturan” pun tidak akan berlaku. Ada kaya ada miskin, ada pria ada wanita, Nah ada baik juga ada buruk. silahkan di cerna sendiri artinya. Kalo blum bisa nyerna juga brarti anda blum makan. Ya udah makan dulu gih …!! Waspadalah 2x ..:)
hukum karma bakal terus berjalan bli…siap2 aja polisinya di polisikan pas dia mati nanti….
iya tuh…dapet juga forwardan kabar tersebut…bener nggaknya…untung saya kemana-mana jalan kaki
yahhh…itung-itung kampanye isu global warming lah
yang penting n klo bisa sih ya jangan melanggar…
b’tul ga?
@512BintangBangka
Kalo untuk hal itu memang harus menggunakan helm apa pun kegiatan kita dengan menggunakan kendaraan sepeda motor di Jalan Raya, tapi pada umumnya pengendara memang sengaja tidak menggunakan helm dgn alasan kegiatan Ibadah Agama. Polisi sebenarnya menerapkan aturan yang fleksibel untuk hal itu karena alasan kegiatan Agama juga karena salah satu tugas Polisi juga mengamankan kegiatan Agama. Nah pertanyaan yang muncul adalah, apakah dgn alasan itu kita mengindahkan aturan berlalu lintas?
@adel
.
Wah minta bayaran??? Setahu saya pasti pengendara yang duluan minta jalan damai
Nah disini saya jelaskan bahwa yang pengendara bayar jika melanggar adalah blangko tilang warna biru, itu jika mau membayar ke Bank dengan di titipkan pada Petugas Polisi lalu lintas. Jika pengendara menerima blangko tilang warna merah artinya pengendara mau menghadiri sidang, biasanya akan disita salah satu Surat pengendara.
Kalo kurang jelas YM saya di rizhal_cybermania OK
Lah.. kalo di runut tidak akan ada habisnya.. saling menyalahkan tidak akan pernah ada titik temunya. kesadaran itu harus di pupuk sejak dini, bukan hanya kewajiban pribadi, tapi aparat (polisi) dan pemerintah juga harus sadar dan mawas diri, sisi lain mereka hatus bisa mensosialisasikan budaya “STOP SUAP MENYUAP”.
Sepertinya tidak hanya di bagian lalu lintas saja yg rawan.. justru di bagian SIM dan lain lain suap menyuap nominalnya makin besar.
terimakasih bro.. udah posting, paling tidak bisa menyadarkan rekan rekan netter dan blogger
udaaaaaaaaaaaaaaahhhhh saya stop disini. jadi debat kusir ntar
tunggu postingan selanjutnya, tragedi cinta tomblos dan koncreng bagian kedua
saya dukung Pak Polisi aja deh…
HIDUP PAK POLISI… MAJU TERUSS….
(sapa tau aku di tawari jadi polisi :D)
Di Bali sudah dilaksanakan apa belum yah? kalo sudah bisa berabe teman kita inih!!!! kena Rp 10.000.000, Patroli lagi yuk !
klo sogok menyogok jadi budya
indonesia gak akan pernah menjadi negara maju
Itu benar loh mas.
Tadi diberitakan ada warga Surabaya yang ketangkep gara2 ngajak damai polisi alias nyogok ketika orang itu terkena razia kendaraan bermotor.
Saya lihat sendiri tayangan beritanya di televisi
So … waspadalah!
Artikel di blog ini menarik & bagus. Untuk lebih mempopulerkan artikel (berita/video/ foto) ini, Anda bisa mempromosikan di infoGue.com yang akan berguna bagi semua pembaca di tanah air. Telah tersedia plugin / widget kirim artikel & vote yang ter-integrasi dengan instalasi mudah & singkat. Salam Blogger!
http://www.infogue.com/
http://www.infogue.com/seni_budaya/budaya_sogok_menyogok/
wah, ada pak polisi niy ikut ngeblog
kemarin saya baru aja kena denda 50rb, gila…. tarif dendanya ngawur banget itu pak pol
ada aroma pak polisi mampir sini lagi nih
oknum Polisi lalu lintas mah duitnya kecil tapi kelihatan banget sama masyarakat, yg gede itu yg bagian narkoba, katanya sihh, yg kasus narkoba pengen bebas coba kira2 aja berapa tuhh negonya he he he
wah… jadi semakin jelas de.. kalo indonesia adalah negara yang sangat………***** hehe.. some text missing.. silahkan diartikan sendiri…