Ini Indonesia Bung!!!

February 2, 2008 · Posted in Nasionalisme, Renungan 

Sebelumnya saya tegaskan lagi. Ini indonesia Bung!!!

Belasan Tahun yang lalu petani kita boleh berbangga. selain di nyatakan sebagai negara penghasil beras terbesar di dunia. Indonesia di sebutkan memiliki ketahanan pangan yang sangat kuat di dunia. dan pengakuan itu tak tanggung tanggung lagi. badan resmi pangan dunia memberikan predikat bergengsi itu. bukan karena kolusi, atau nepotisme. tapi kenyataan indonesia saat itu memang sangat di perhitungkan dalam urusan pertanian.

Namun kini semua tinggal cerita. Beras bagi indonesia semakin langka. dan nasi aking kini menjadi primadona. bayangkan saja 1 kilo nasi aking harganya mecapai Rp.3000. Nasi basi masih bernilai tinggi di indonesia. inilah indonesia kini bung!!. sebuah kondisi yang sangat Ironis, dimana negri sebagai bangsa agraris harus menjadi bangsa tragis yang kekurangan pangan.

Jaman kemerdekaan dulu, Orang arab pernah datang ke indonesia. ketika menginjakkan kaki di indonesia, si Arab ini terkaget-kaget. bagaimana tidak. tanah indonesia yang subur, udara yang segar, pohon yang rimbun. sungai yang jernih. membuat nya terheran-heran dengan negri ini. Inikah syurga itu?? negri yang cantik, seperti surga katanya. sungguh berlawanan dengan negrinya yang tandus dan kering.

Si orang arab ini tambah kaget lagi melihat petani ketela pohon, yang hanya menancapkan batangan kayu saja bisa tumbuh subur dan rindang. ungkapan inilah mungkin menginspirasikan Group koes Plus menciptakan lagu dengan penggalan lirik ” tongkat kayu dan batu jadi tanaman” emang bener ya kalo di pikir-pikir. kayu yang hanya di tancapin aja bisa tumbuh subur menghasilkan umbi-umbian yang enak di santap. sekali lagi ini Indonesia Bung!! bangsa yang subur.

Namun jika si arab itu balik lagi ke indonesia pada zaman ini. Mungkin dia akan kaget lagi. bukan karena keindahan indonesia. tapi kaget dengan kondisi indonesia berbalik hampir 180 drajat. banjir dimana-mana, tanaman tak lagi subur, udara berpolusi, dan sungai tak lagi bening tapi kuning .

Mengapa Indonesia begitu terpuruk dengan pangan? salah siapakah ini? apakah salah petani yang tak lagi pintar seperti petani dulu? ataukah salah alam? atau mungkin salah pemerintah yang meng impor beras secara besar-besaran dan menghancurkan harga beras petani indonesia sendiri? mmm… saya sepertinya lebih setuju dengan pilihan terakhir ini.

Ok lah saat itu pemerintah terlihat seperti peduli dengan pangan rakyatnya. Rakyat indonesia dimanjakan dengan harga beras impor yang murah dan berkualitas. jauh lebih murah dari beras hasil petani indonesia yang saat itu melonjak mahal.

Tapi pemerintah sepertinya justru terjebak dengan politik ekonomi seperti ini. pemerintah tak pernah memikirkan dampak jangka panjang yang sangat merugikan indonesia sendiri. Saat indonesia di banjiri dengan beras impor, harga beras memang bisa di tekan. stok pangan indonesia pun bisa di jaga dan aman. Namun tanpa disadari, pemerintah telah mematikan pertaniannya sendiri. petani seolah di paksa bangkrut. para petani kita pun menjerit. tak lagi ada persaingan sehat dalam penentuan harga. Demo pun di lakukan dengan meminta agar pemerintah menaikkan harga gabah mereka. tapi siapa yang mau mendengar suara rakyat kecil?? sekali lagi, Ini indonesia bung!! tak ada uang abang tak dengar.

Akhirnya mau tak mau petani terpaksa menurunkan harga beras mereka sesuai harga pasar yang lebih murah. tak lain tujuannya agar mampu bersaing dan menutupi biaya operasional mereka. dan ujung-ujungnya petani pun merugi. jika sudah merugi seperti ini apakah masih mau bertahan untuk menjadi petani?

Inilah awal dari hasil jebakan Impor murah itu. karena merasa merugi sebagai petani. banyak petani yang mulai alih profesi, mulai dari penjualan lahan sawah mereka untuk menjadi perumahan. lalu ada yang bertahan dengan profesi sebagai petani namun beralih dengan tanaman lain. sehingga petani beras di indonesia berkurang pesat. lahan pertanian pun mulai di alih fungsi menjadi lahan bangunan. Minat menjadi petani sudah tak lagi terlihat menjanjikan. sungguh kondisi yang ironis. di sebuah negara yang menjadikan beras sebagai makanan pokoknya. Sekali lagi Ini Indonesia Bung!

Ketika petani beras berkurang, dan indonesia merasa aman dengan mengimpor beras yang lebih murah . disanalah permainan monopoli dimulai. sadar akan ketahanan pangan indonesia berkuarang. pengusaha-pengusaha nakal pun mulai menaikkan harga beras yang semula murah, menjadi mahal. bahkan jauh lebih mahal dari harga beras petani indonesia sebelumnya yang menjadikan salah satu alasan pemerintah mengimpor beras. mau tak mau kembali rakyat jadi korbannya. subsidi sudah tak sanggup lagi menutupi kebutuhan pangan indonesia. harga beras menjulang tinggi. stok pangan nasional menipis. petani beras berkurang. dalam kondisi seperti ini, Nasi aking pun menjadi alternatif terbaik untuk pangan indonesia

Saya melihat keberpihakan pemerintah terhadap para petani sangat minim . Apa karena pertanian lambang kesuksesan soeharto?? mmmhhh…tak tau lah . itu jalur politik kelas atas. yang pasti kasus seperti ini tak hanya terjadi pada beras, namun kini merembet ke bahan pokok lain seperti kedelai dll yang alur ceritanya persis seperti petani beras diatas. semua serba impor. impor seolah menjadi tradisi baru kita. semua serba impor. menunggu suatu saat nanti mungkin kita juga akan meng impor seorang presiden..

Nasi aking bukanlah identitas kita. Sekali lagi ini indonesia bung!! apa kita bersedia jika wikipedia menulis Nasi Aking sebagai makanan pokok bangsa indonesia?? Oh tidak… mengerikan dan semakin merendahkan bangsa yang besar ini

Ayo pemerintah, galakkan lagi swasembada pangan indonesia!!

Hanya celotehan Newbie. Untuk negri tercinta ini.

Artikel yang Berhubungan:

  1. Soe,Soe, dan baladika
  2. Indonesia Vs Borussia Dortmund
  3. Di balik nama indonesia

Comments

29 Responses to “Ini Indonesia Bung!!!”

  1. jimmy on February 2nd, 2008 6:32 pm

    makin lama makin serius aja nih mas baladika :D bener2 siap2 jadi presiden ya? hehe.. tentang petani dan beras, kayanya masih mending jaman pak harto dulu deh yang lebih memperhatikan petani dan obsesinya akan swasembada pangan, jadi gak impor beras

  2. BlogDokter on February 2nd, 2008 7:28 pm

    Itulalah Indonesia
    Indonesia tanah airku
    Aku berjanji padamu
    Menjungjung tanah airku
    Tanah airku Indonesia.

  3. Ivan Petrus on February 2nd, 2008 7:43 pm

    Voting mas Baladika jadi presiden dech… galakkan pertanian dan perlendiran :D

  4. Logicb0x on February 2nd, 2008 8:22 pm

    Wah, ini wacana yang perlu dibahas oleh semua blogger di Indonesia sebagai bentuk kepedulian kita terhadap Petani Indonesia…

    Walaupun Alm. Soeharto koruptor kelas kakap, dan diktator kelas kakap, tapi negeri ini punya visi dan misi… Kalo skrg apaan yach ???

    Malu saya jadi warga negara Indonesia, mending kita bikin negara sendiri, Republik Blogger..

  5. ronald on February 2nd, 2008 9:32 pm

    Sudah nasib masyarakat indonesia seperti ini..
    nasib-nasibbbbbbbbbbbbbb……….

  6. M Fahmi Aulia on February 2nd, 2008 10:15 pm

    semakin merendahkan bangsa yang besar ini

    Indonesia bangsa besar?
    1. hoax
    2. mimpi
    3. besar omong, mungkin benar adanya
    *sigh*

  7. syamsu on February 2nd, 2008 10:25 pm

    Peminat fakultas pertanian juga berkurang… hal yang sangat ironis sebagai negara agraris… ini endonesa bung… hehehe

    salam kenal mas….

  8. baladika on February 2nd, 2008 10:28 pm

    @M fahmi aulia

    bangsa besar dengan wilayah yang luas, memiliki keaneka ragaman yang unik, penduduk yang besar pula :D

  9. bocah on February 3rd, 2008 1:39 am

    bos bener banget kalo indonesia udah ga swasembada lagi. habisnya universitas IPB = institut pertanian bogor aja datang ke sekolah diejek-ejek. semua pada maunya ke ITS dan ITB jadi sekarang orang2 mikirnya teknologi maju padahal tanpa makanan mereka ga bisa apa2 :D

  10. Indonesia_Ku on February 3rd, 2008 6:09 am

    dah lama gak absen, absen dulu om baladika

  11. Puthzel.com on February 3rd, 2008 8:24 am

    Emang masih lebih enak zamannya Pak Harto… :(

  12. aRya on February 3rd, 2008 5:21 pm

    wah tertipu judul ney
    saia kira bkalan ngebanggain indo
    eh malah,
    cape deh
    saia tegasin lagi
    BEGINILAH INDONESIA TERCINTA

  13. Moeghan on February 3rd, 2008 9:00 pm

    Numpang liwat mas :D

  14. brokethesoul on February 3rd, 2008 10:14 pm

    Petani sebagai penghasil beras aja sampe bon beras di warung pas panen … Sekali lagi Ini Indonesia Bung

    :(

  15. Wiellyam on February 4th, 2008 2:32 am

    ya itulah Indonesia…
    cape dee….

  16. Ardian on February 4th, 2008 2:51 am

    Wah sepertinya Mas Baladika ini cocok buat terjun di dunia politik nih :D Suwer Mas ga bo’ong…

  17. baladika on February 4th, 2008 5:12 am

    cape deeh juga .. :D

  18. awantoriadi on February 4th, 2008 6:58 am

    oh indonesia oh endonesia…. (ga mirip sinetron Oh Mama Oh Papa ya?)

  19. Bina on February 4th, 2008 7:59 am

    hai mas baladika salam kenal..

    Soal beras emang bener dijaman pak harto dulu emang bisa swasembada pangan. Buat sekarang, yang dulunya sawah aja udah jadi rumah, lihat daerah karawang, cianjur sawah udah dikit. Pa lagi daerah Delanggu Klaten (raja Lele) sawah tinggal dikit, udah jadi toko smua.heheh..

  20. pandi merdeka on February 4th, 2008 11:23 am

    hehehe dah nggak nomor 13 lagi kan ~kabur

  21. eka on February 4th, 2008 9:22 pm

    Itulah Indonesia……

  22. tanahsirah on February 6th, 2008 9:07 am

    Artis sudah banyak yang bermigrasi ke dunia politik. Lantas apakah sekarang para Blogger akan mencoba mnegikuti jejak para artis? Nah ayo bang…….

  23. baladika on February 6th, 2008 1:26 pm

    @atas

    hahaha, saya bukan blogger yang pgn jadi politikus :P tapi saya politikus yang jadi blogger :))

  24. Ordinary Man on February 6th, 2008 6:51 pm

    Mas, sekedar info aja… Sebenernya klo ORANG ARAB terkagum-kagum ma Indonesia, sampai sekarang masih kok. Cuma mungkin beda objek yang dikagumi. Kalo dulu yang jadi pembicaraan orang arab tentang pertanian, sekarang yang jadi pembicaraan mereka adalah “kawasan puntjak”, tau kan maksud saya… :D

  25. Invisible Blogger on February 11th, 2008 4:09 am

    Arah pembangunan kita yang salah dari dulu mas…kita ini bukan negara agraris, tapi negara bahari ( 70% wilayan NKRI adalah laut ).Bahkan ada semboyan : ” nenek moyangku seorang pelaut “,
    Jadi sebutan Agraris etc… dari dulu cuma untuk meninabobok-kan kita agar terlena dan tetap menjadi manusia yang mau dibodohi. Lihat negara negara yang maju itu semua dari perdagangan, kota-kota besar di indonesia-pun mayoritas di pesisir laut dan mempunyai pelabuhan. Jadi bangsa ini telah di bodohi selama bertahun-tahun oleh penguasa-nya.

  26. baladika on February 11th, 2008 10:55 am

    keren mas info nya thanks mas udah mau mampir…

  27. Miss Juichi on October 3rd, 2008 7:48 pm

    hmmmmmm!!!!semua tahi kucing?????

  28. Inspiratif on October 24th, 2008 6:11 am

    Saya miris sekali ketika melihat, mendengar dan memperhatikan lahan-lahan usaha kita dikuasai oleh asing secara sistematis.

  29. jemiro on December 11th, 2009 1:13 am

    dulu yah.. masa lalu

    harus dijadikan renungan, malu akan pendahulu kita yang berjuang demi Indonesia, perlu adanya kerjasama dan dukungan penuh dari pemerinta, semoga kedepan akan lebih baik lagi
    dan tdak ada keserakahan yang membuat negri kita hancur
    thx infonya :D

Leave a Reply