artikel Pesanan dari seorang teman. sedikit tentang Politik, sekali lagi, melanjutkan postingan sebelumnya. kali ini tentang Soekarno dan Soeharto . lalu Baladika?? dipaksain aja berdampingan
. kali aja nanti bisa mengikuti jejak beliau-beliau. walau hanya presiden blogger di www.baladika.info ![]()
Berbicara tentang dua tokoh negri ini, yaitu bung karno dan pak harto maka sejarah abu abu nya pun gak akan ada habisnya. sampe akhir hayatnya pun sisi hitam putihnya masih selalu hangat menjadi perdebatan. jasa dan dosa nya selalu menjadi perdebatan. namun di akui atau tidak, kharisma kedua tokoh itu tak bisa di ragukan lagi, sebagai tokoh yang berpengaruh terhadap bangsa besar ini. di akui kawan maupun lawan politiknya masing-masing.
kalo kita mau mengingat-ingat kembali pelajaran sejarah tentang perjuangan bung karno dan pak harto, tentu kita akan menyadari betapa besar pengorbanan beliau. walau memang sedikit ada catatan hitamnya. namun tidak cukup menutupi prestasi beliau beliau itu dalam menyumbangkan keringat dan ide untuk membangun negara ini.
Latar belakang yang berbeda membuat type kepemimpinan bung karno dan pak harto berbeda. Bung karno yang berlatar belakang seorang sipil yang cerdik dalam berdiplomasi ataupun membangkitkan semangat rakyat indonesia untuk merongrong pendudukan belanda. membuat gaya kepemimpinan yang lebih condong pada penggunaan teori dalam memimpin, sehingga teori-teori beliau banyak di gunakan pemimpin negara lain. masa itu adalah masa penyatuan negara dimana masih terjadinya pemberontakan-pemberontakan di beberapa wilayah indonesia. tapi dengan gaya pidato yang berapi-api, banyak rakyat indonesia bersimpati dan kembali ke pelukan ibu pertiwi. masa pemerintahan soekarno adalah masa sulit yang multi masalah. sehingga pembangunan dan kemakmuran terpaksa harus di pinggirkan lebih dahulu untuk lebih fokus membentuk dan menjaga keutuhan kesatuan indonesia. jika bukan soekarno, saya pikir tak ada lagi sabang sampai merauke.
Sedang soeharto yang berlatar belakang seorang miiter memiliki gaya kepemimpinan yang keras, mulai dari usia 28 tahun sudah menjadi komandan perang di jogja saat penyerangan fajar 11 maret, berlanjut menjadi Read the rest of this entry »


