Soeharto

Beberapa hari terakhir ini kita diramaikan dengan pemberitaan tentang kondisi kesehatan mantan presiden Soeharto yang sedang dalam keadaan kritis. Bagi sebagian orang mungkin itu berita biasa, kondisi kesehatan orang yang uzur memang seperti itu. saya sendiri malah kasihan melihat pak harto yang seolah dipaksakan hidup. kondisi organ tubuh yang tidak dalam kondisi ataupun berfungsi normal, menjadi sedikit normal dengan bantuan alat dan obat-obatan yang sepertinya menjadikan pak harto hidup dalam kepalsuan.

Hidup yang seperti dipaksakan, bernafas dengan bantuan nafas, detak jantung dengan alat. dan alat bantu lain , yang jika alat-alat itu dilepas, maka jantung maupun nafasnya akan berhenti. lalu sampai kapan alat itu dilepas? hanya keluarga soeharto yang bisa memberikan keputusan. sungguh kasihan…

Mungkin tindakan itu di lakukan karena rasa tidak ingin kehilangan sosok orang yang di cintai dari keluarga soeharto sendiri. segala cara dilakukan demi memperpanjang kelangsungan hidup pak harto. walaupun sebenarnya itu palsu.

Berbicara tentang soeharto adalah berbicara tentang kontroversi. Kontroversi dimana kepastian dari yang di kontroversikan itu tidak pasti, masih “katanya”, dan kecurigaan maupun tuduhan yang tidak memiliki dasar kuat. walaupun kadang dikuatkan dengan bukti dan saksi. namun tidak cukup untuk menjadikan kebenaran tuduhan yang kontroversi itu.

Mulai dari sejarah kecil soeharto yang katanya anak haram. lalu keterlibatan dengan PKI, Supersemar, dll yang seperrtinya akan semakin banyak mengemuka mengingat mantan macan asia itu sekarang tidak bertaring lagi.

Terlepas dari kontroversi tentang soeharto yang selama ini mengemuka. mari kita lihat dari sisi baik seorang soeharto. saya berdiri bener-bener sebagai seorang anak bangsa. bukan pendukung apalagi soeharto fans club. hanya ingin mengimbangi tentang sisi negatifnya yang banyak bermunculan.

Di akui atau tidak sosok seorang soeharto adalah sosok manusia super yang pernah memimpin negara di dunia ini. tak banyak orang yang memiliki kharisma seperti beliau. seorang anak desa yang dari golongan biasa. lalu mampu menjadi sosok pembaharu disaat carut marut politik indonesia usai Gerakan pemberontakan PKI .Padahal Jika boleh digambarkan kondisi indonesia saat itu, seperti kondisi irak saat ini. hanya saja dulu Bom mungkin masih langka. sehingga Bom bunuh diri belum menjadi trend saat itu. Hanya orang kuat dan beranilah yang bisa mengambil keputusan maju sebagai pembaharu.

Keperkasaan sosok soeharto bisa dilihat dari prestasinya di dunia militer, masuk menjadi anggota KNIL dengan predikat sebagai lulusan terbaik. lalu karier soeharto menanjak sampai menjadi Pangkostrad yang mengambil alih pimpinan militer setelah terjadi G 30 S PKI. dan akhirnya memimpin negri ini dengan perkembangan dibidang pertanian yang cukup pesat. sehingga soeharto sempat di juluki bapak pertanian oleh FAO (Badan Pangan Dunia) karena mampu memacu laju perekonomian indonesia saat itu setelah kondisi yang hampir terpuruk karena terkucil dari dunia luar imbas dari keputusan Ir Soekarno yang keluar dari PBB. dan membentuk CNEFC (Conference of New Emerging Forces, Conefo).

Dimasa kepemimpinannya Soeharto juga sempat menjadikan Indonesia sebagai negara lumbung Padi, sehingga indonesia di nobatkan sebagai negara penghasil beras terbesar di dunia. tapi sekarang kenyataannya indonesia adalah negara pengimpor beras terbeasar di dunia. dimasa pemerintahan Soeharto Indonesia juga sempat menjadi bagian dari negara-negara pengekspor Kopi terbesar di dunia. tapi kini? petani Kopi di indonesia menjerit. karena kwalitas dari kopi mereka kalah bersaing dari negara lain. Ini membuktikan Soeharto memang pernah berjasa di negri ini.

Saya tidak memungkiri banyaknya dosa seorang soeharto. sehingga dikatakan sebagai diktator, dan lebih extreme lagi ada yang mensejajarkan pak harto dengan Pol Pot Si penjagal manusia dari kamboja, atau tokoh-tokoh diktator lain di dunia ini.

Namun bukankah ada baiknya kita menghargai juga jasa-jasa yang diberikan soeharto kepada negri ini. bukankah tidak sedikit perjuangan beliau. tidak mudah menjadi seorang yang berani tampil disaat kondisi negara carut marut pada tahun 1965. seperti halnya sekarang. tak ada satupun seseorang yang tampil sebagai sosok pembaharu. Tokoh-tokoh yang tampil hanya wajah baru dengan misi ataupun program yang sama, dan nyali yang sama pula dengan pemimpin sebelumnya. sehingga kondisi negri ini pun jauh dari membaik.

Kini saatnya kita menjadi bangsa yang pemaaf tanpa melupakan proses hukumnya. bukankah bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pahlawannya? Hentikan sudah cacian dan makian terhadap pak harto, maupun pejuang kita lainnya yang kontroversinya pun masih kontroversi.

Perlu di ingat Kesuksesan soeharto menjadi diktator selama 32 tahun tak lepas dari peran para wakil rakyat di MPR pada masa itu yang memiliki slogan ABS (Asal Bapak Senang). saya masih ingat jelas Thn 1997 usai pemilu yang dimenangkan Golkar, bagaimana seorang Harmoko sebagai ketua umum DPP Golkar dengan Pede nya mengatakan kalo rakyat masih mengharapkan pak harto sebagai presiden Asal Bapak Senang .Dan setahun akhirnya terbukti pak harto adalah korban dari Slogan ABS itu.

Kini soeharto terbaring kritis. menyisakan kisah kelam masa tua yang penuh hujatan dan penghianatan orang-orang terdekatnya dulu. Mungkin Soeharto menyesal tidak menuruti anjuran sang istri untuk pensiun dari presiden 10 tahun sebelum masa di turunkan paksa dari tahtanya. Soeharto pasti menyesal memiliki penjilat yang menjilat dan mendorong pak harto untuk maju lagi menjadi presiden. di katakan penghianat maupun penjilat, karena disaat presiden soeharto turun dari jabatan mereka yang dulu mengaku menjadi murid maupun karib soeharto satu persatu meninggalkan beliau dalam keadaan terpuruk. walau tidak sedikit pula yang loyal terhadap Soeharto sampai saat ini.

Semoga lekas sembuh Pak Harto. kalo terbukti korupsi. semoga Keluarganya ikhlas untuk mengembalikannya dan mempertanggung jawabkannya kepada negara. jangan sampai menjadi krikil yang menghalangi maupun menodai kepahlawanan beliau.

*Artikel Sedikit berat*