Rokok

Tidak ada agenda terselubung dalam penulisan artikel ini. baik pesanan dari pihak lain ataupun sogokan dari perusahaan rokok yang sengaja saya tampilkan gambarnya di postingan ini. Ini murni adalah sebuah postingan yang membahas tentang sebuah kegemaran saya sebagai seorang manusia biasa yang menggemari rokok sebagai media untuk melepaskan penat ataupun menciptakan ide yang kadang beku, walau masih menjadi kontroversi tentang bahaya yang di timbulkan dari rokok tersebut. saya tetap bangga menjadi bagian dari orang yang bisa menikmati nikmatnya merokok.
Terlepas dari kontroversi tentang kesehatannya juga, rokok bagi saya sangat membantu saya dalam banyak hal. yang jika saya sebutkan akan menjadi sebuah ketidak masuk akalan bagi para pembaca yang mungkin kebetulan bukan sebagai seorang perokok. disamping itu juga, penikmat rokok ternyata secara tidak langsung adalah pemberi devisa negara lewat pajak besar yang dibayarkan pabrik rokok bukan sok menjadi pahlawan devisa lo, dan juga penyedia ribuan lapangan kerja bagi pekerja yang bekerja di pabrik rokok di beberapa kota indonesia dengan ribuan pegawainya.

Sebenarnya ide postingan ini berawal dari sebuah chating dengan seorang kawan blogger yang doyan juga menghisap rokok , dalam camera YM nya saya melihat si cewek seksi ini mantaf dengan rokok kretek di tangannya, sambil senyum dan bangga menceritakan bahwa dalam sehari dia mampu menghabiskan 2 bungkus rokokkretek!!!( gila, aku kalah). sehingga timbul juga ide untuk menulisa artikel tentang rokok ini.

Ok kita mulai sedikit dari sejarah rokok itu sendiri. menurut paman wiki Manusia di dunia yang merokok untuk pertama kalinya adalah suku bangsa Indian di Amerika, untuk keperluan ritual seperti memuja dewa atau roh. Pada abad 16, Ketika bangsa Eropa menemukan benua Amerika, sebagian dari para penjelajah Eropa itu ikut mencoba-coba menghisap rokok dan kemudian membawa tembakau ke Eropa. Kemudian kebiasaan merokok mulai muncul di kalangan bangsawan Eropa. Tapi berbeda dengan bangsa Indian yang merokok untuk keperluan ritual, di Eropa orang merokok hanya untuk kesenangan semata-mata. sedang kalo di indonesia kita berbicara rokok maka kita otomatis berbicara kota kudus. karena.. konon di kuduslah pertama kali pabrik rokok berdiri.

Lalu dimana sebenarnya letak dari kenikmatan merokok? saya sendiri kadang bingung menjawabnya. oleh karena itulah saya mengatakan diatas, saya bangga menjadi seorang yang bisa menikmati nikmatnya menghisap asap rokok. mungkin pertanyaan itu juga akan susah pula di ungkapkan oleh kawan saya donna lien sebagai wanita perokok, maupun mbah tardjo politikus gaek kita yang seorang perokok, atau yusril ihza mahendra seorang mantan mentri yang perokok berat juga, bahkan mungkin mantan presiden kita bapak HM soeharto pun akan sulit mengungkapkan rasa atau kenikmatan yang di dapatkan dalam menghisap rokok. karena mungin kenikmatan rasa itu hanya bisa di rasakan dan tidak bisa di ungkapkan dengan kalimat atau kata-kata.

rokok mungkin bagi sebagian orang adalah sebagai style saja, atau gaya-gaya an saja, tapi jika anda benar-benar seorang perokok, maka istilah itu sangat-sangat salah. jika tidak percaya, ya silahkan pertahankan ketidak percayaan anda. karena tidak mungkin saya paksa anda untuk percaya.

mau coba-coba belajar merokok? aduh… jangan deh… bisa menambah penyakit mata , penyakit mata pencaharian maksudnya