Keprihatinan Newbie

Posted: December 12th, 2007 | Author: Baladika | Filed under: Celoteh, Musik, Nasionalisme | 17 Comments »

Adventure Of Baladika

Indonesia sebenarnya kaya dengan musisi musisi yang handal, gak heran persatuan penyanyi malaysia sampai protes dengan radio-radio mereka, karena lebih sering memutar lagu-lagu indonesia ketimbang lagu dari negrinya sendiri. musik para musisi indonesia lebih berkualitas dan enak di dengar masyarakat malaysia yang masih satu rumpun dengan kita bangsa indonesia.

DEWA 19 , Padi, Sheila on Seven, dan beberapa nama band populer di indonesia ikut populer juga di malaysia. bahkan Kangen band yang banyak di caci di indonesia justru banyak di puja di negri jiran itu. sehingga ketika komplik indonesia memanas, bahkan ketika kasus terakhir tentang Reog Ponorogo yang sempat di duplikasi oleh negri jiran. musisi-musisi kita seperti sangat berhati-hati dalam berkomentar, takut kehilangan penggemar mungkin??

Sudah menjadi rahasia umum. sebuah tindakan ekonomi yang mereka lakukan , Nasionalisme pun di nomor duakan. setali tiga uang dengan musisi kita, Siti nurhalizah pun tak jauh beda, dimana ketika dia di tanya wartawan tentang kasus Reog ponorogo si diva melayu ini menjawab dengan cukup bijak. “bijak” mungkin kembali ke masalah marketing dan ujung ujungnya ekonomi, dimana pasar nya si siti emang banyak dari indonesia. Siti nurhalizah bilang, “Saya orang seni, tidak cukup bisa berkomentar dengan kasus politik, karena seni tidak bisa di campur dengan politik” dia lupa kali ya?? reog itu kan kesenian? atau dia kira Reog itu sejenis makanan yang terbuat dari bahan nasi aking??

Saya sering juga mendengar kalo musik bisa mempersatukan perbedaan, dan saya juga sering melihat Bono sang vokalis U2 selalu berhasil menggugah fans mereka lewat musik, untuk menciptakan perdamaian di muka bumi. Disini semakin menguatkan orang beranggapan bahwa musik bisa menjembatani perbedaan politik yang ada. memang benar, tapi bukan berarti karena musik kita memaklumi sebuah kesewenang-wenangan dan pembajakan karya hak cipta. dan saya yakin jika bono adalah warga indonesia dia akan protes terhadap malaysia karena membajak kesenian negrinya, dimana pembajakan adalah musuh besar di dunia musik. Bukannya di dunia musik lagi getol-getolnya membrantas pembajakan. lalu jika kebetulan si pembajak seni dan budaya kita itu memberikan keuntungan terhadap pribadi kita, lantas kita menutup mata dan menghalalkan pembajakan itu??

Rasa sayange, Reog ponorogo bukan lagi sebuah kasus politik , tapi itu mencakup seni juga, dan pembajakan yang di gembor-gemborkan musisi kita yang pusing dengan masih maraknya pembajakan di negri sendiri. Anda para musisi boleh mengelak ke ranah politik ketika kasus sipadan dan ligitan. tapi dalam kasus reog maupun lagu rasa sayange seharusnya anda lah yang berada digaris depan sebagai musisi yang menolak pembajakan.

Saya hanya membayangkan, bagaimana jika lagu munjata cinta si ahmad dhani di bajak orang malaysia? apakah si dhani masih bisa bijak merelakan lagunya di bajak karena beralasan tidak mau masuk ke ranah politik . capek deehRoyalti dong!

Saran saya buat musisi yang takut kehilangan pasar di malaysia ataupun artis malaysia yang takut kehilangan penggemar di indonesia. Alangkah baiknya anda No coment aja niru si ratu no cement Desi ratnasari. dari pada harus menyalah artikan makna seni, makna jadi orang seni. atau makna musisi. bahkan kadang menuhankan seni. karena seni adalah dunia yang eksklusif.

Komentar-komentar artis maupun musisi yang seolah takut kehilangan pasar di malaysia sudah sangat cukup memprihatinkan. sepertinya sudah ke taraf menjual nasionalisme. sehingga jawabannya pun kadang asal-asalan dan gak mau tau. dan yang menyakitkan lagi pertanyaan seperti ini : “Bagaimana menurut anda tentang kasus terakhir dimana kesenian kita di akui oleh pihak malaysia? di jawab dengan : saya sih menilai orang malaysia baik-baik ya, apalagi responnya terhadap artis indonesia luar biasa” jawaban yang tidak masuk akal dan gak nyambung. takut kehilangan fans ya mas? , padahal jika mampu maksimal dalam berkarya, pendengar tak akan melihat siapa yang nyanyi . asal enak di denger asik-asik aja . dan berkualitas tentunya. tanpa menjual nasionalisme pun bisa laris manis….

Syukurlah akhirnya malaysia mengakui Reog sebagai kekayaan budaya indonesia. masih banyak kasus yang menanti di depan. termasuk sengketa blok ambalat yang belum menemukan kejelasan. semoga indonesia memiliki delegasi yang handal untuk menghentikan keserakahan tetangga

Perasaan artikel Gue serius amat yah…

Cek Earning ah… Newbie suka nya ngecek earning


17 Comments on “Keprihatinan Newbie”

  1. 1 goyangan said at 10:46 am on December 12th, 2007:

    hati hati malaysia kabarnya akan membajak pakar2 perlendiran, siapa tau baladika ditawar, jangan mau yah…Hidup Indonesia!

  2. 2 Kenzt said at 3:32 pm on December 12th, 2007:

    Haduhhh salah baca posting… Pageee gini baca posting serius???? *tapi kok ya selesai mbacanya*

    Komentar:
    Namanya juga ladang ekonomi mereka-mereka juga bos…. yah harus ‘bijaksana’ lah ngejawabnya, meski sebenernya dalam hati ingin bicara sesungguhnya.

  3. 3 CakWid said at 4:26 pm on December 12th, 2007:

    Artis Indonesia matre … mikir duit melulu .. kayak aku :)

  4. 4 jimmy said at 4:31 pm on December 12th, 2007:

    kalo udah masalah duit sih nasionalisme nomor ke sekian.. yang penting kantong penuh :D

  5. 5 Indonesia_Ku said at 4:49 pm on December 12th, 2007:

    Serius nih postingnya !!! kabur

  6. 6 Copy Paste Yuk - Artikel Hak Cipta | Menulis Untuk Perubahan said at 6:22 pm on December 12th, 2007:

    [...] Keprihatinan Newbie milik Baladika     Baca lengkap    Post a Comment [...]

  7. 7 syaifudin zuhri said at 7:13 pm on December 12th, 2007:

    Perasaan artikel ini dan lainya banyak yang berbobot(meski sebagian pingpong), kok di postingan sebelumya di sebut postingan spam……….

    Terus terang saya secara pribadi sangat suka postingan model seperti diatas…pengin belajar menulis ke mas baladika. Ngakunya newbie, erningnya gede.

    Keep blogging mas baladika

  8. 8 Dewi said at 1:28 am on December 13th, 2007:

    aduchhh mikirin itu bikin bete

  9. 9 Hendra W Saputro said at 4:55 am on December 13th, 2007:

    Ya, akhirnya perlu utk mematenkan budaya kita. Pernah, seorang temanku yg punya teman orang malaysia bilang bahwa pemerintah indonesia terlalu bodoh utk mempertahankan budayanya, wakzz ? Masa sih ?

  10. 10 cosa said at 5:39 am on December 13th, 2007:

    berattttt….. beratttttt……

  11. 11 broky said at 6:12 am on December 13th, 2007:

    Artikel Kelas berat nih …..

    @dewi
    Mikirin sapa ? Pikirin aku aja biar ilang betenya …

  12. 12 pandi merdeka said at 6:47 am on December 13th, 2007:

    wakakakaa gila setelah jadi presenter wisata militer baladika mulai gaharrrr.. merdeka!!!!

    hehee itukan gw ~kabur

  13. 13 Baladika said at 7:05 am on December 13th, 2007:

    :D terlaluuu…

  14. 14 widis said at 9:48 pm on December 16th, 2007:

    Saking seriusnya ngetik munajat jadi munjata he he he he :D

    bukan serius lagi kali ya? udah plus emosi he he he

    Tumben nihh serius? :D :D :D

  15. 15 Pawang seo said at 2:37 am on December 17th, 2007:

    ngetik munajat jadi munjata, terlalu… :D

  16. 16 kopitozie said at 3:54 am on December 20th, 2007:

    Seep …

  17. 17 jazmin said at 7:15 am on September 27th, 2008:

    STOP PENCURIAN BUDAYA KITA OLEH MALAYSIA!!!
    aq tuh sebel bgt kbudayaan ma alt musik qta diakui ma malay.
    pa lg pas aq liat foto, malay mengenalkan ANGKLUNG sbg alat musik ngri mereka ke artis luar yg konser di malay.
    ih, bikin gregetan.
    itu kan punya INDONESIA !!
    koq artis” ga gentle gitu siih?
    emank qta hrs ati” dlm brbicara (pa lg masalah kyk ginian) tp bagaimanapun jg yg slh kan malay… wong mreka yg nyuri budaya kita…
    indo hrs lebih menjaga alat musik qta tuh.
    jgn cuma modern dance mulu yg dipljrin, skali” plajarin jg donk seni tari budaya qta. at least tari saman githu…
    HIDUP INDONESIA!


Leave a Reply

  • [+] kaskus emoticons