Global Warming

Hikmah dari KTT Global Warming Di Nusa dua Bali

Walaupun bukan peserta konferensi, peserta demo maupun panitia acara. Hanya Seorang newbie yang peduli dengan kekacauan iklim akhir-akhir ini. Dan berakibat pada koneksi internet yang kacau, tentu ujung-ujungnya akan berakibat terhadap earning online saya .

Dulu saya pernah berfikir, yang mengakibatkan pemanasan Global atau istilah kerennya Global warming itu adalah Banyaknya berdiri rumah-rumah kaca yang ada di bumi ini. seperti bangunan bangunan yang di dominasi dari bahan yang terbuat dari kaca. Pemikiran katrok saya ini bukan tanpa alasan. mengingat seringkali saya mendengar istilah efek Gas rumah kaca yang mengakibatkan pemanasan Global atau Global Warming.

Namun ternyata Gas rumah kaca itu hanyalah sebuah istilah yang menggambarkan bumi di ibaratkan seperti sebuah kehidupan yang berada pada sebuah rumah kaca, yang mana panas yang di hasilkan dari luar rumah kaca tidak mudah untuk keluar lagi dan terkukung dalam ruangan tersebut, sehingga menghasilkan panas yang tinggi di dalam ruangan.

Gambaran seperti diataslah yang di gunakan untuk membuat istilah efek Gas rumah kaca yang mengakibatkan Global Warming. Jika masih bingung, Klik Disini untuk melihat penjelasan efek gas rumah kaca dalam diagram animasi yang sangat mudah dipahami.

Sebenarnya Gas rumah kaca tidak lah berbahaya jika tidak berlebihan, hal yang berlebihan inilah yang menyebabkan kefatalan. Gas rumah kaca yang memberikan kehangatan pada bumi sangat membantu kelangsungan hidup kita. karena kehidupan di bumi ini sangat memerlukan panas yang cukup.

Tepatnya…. Gas rumah kaca itu adalah penyeimbang panas yang di alirkan matahari ke bumi. Bumi akan memantulkan kembali panas yang di alirkan matahari itu keluar, Nah Gas rumah kaca inilah menahan panas yang dipantulkan oleh bumi itu sehingga tidak semuanya keluar melewati atmosfir. Tahanan dari Gas rumah kaca ini membuat sebagian dari pantulan yang balik lagi ke bumi itu menghasilkan hangat yang cukup yang di butuhkan bumi.

Namun keadaan sekarang tidak seperti analogi diatas. Pantulan panas bumi yang harusnya sebagian keluar tidak bisa keluar karena tinggi nya jumlah Gas rumah kaca. Sehingga sebagian besar panas yang di pantulkan balik lagi kebumi. Dan menciptakan pemanasan global. Efeknya sudah sangat jelas iklim yang tidak menentu dan abrasi yang mengancam setiap pantai. badai, lendir yang menyembur dari gunung dll.

Untuk mencegah Gas rumah kaca berlebihan yang di hasilkan bumi, baiknya mari kita mengetahui dulu penyebab dari Gas rumah kaca itu sendiri.

Beberapa penyebab Gas rumah kaca diantaranya datang dari alam sendiri. Uap air adalah penyumbang terbesar, lalu karbondioksida adalah penyumbang Gas rumah kaca terbesar kedua. Karbondioksida pun sebenarnya ada yang di ciptakan oleh alam sendiri. lewat berbagai proses alami seperti: letusan vulkanik, pernafasan hewan dan manusia. tapi alam sendiri memiliki penyeimbang karbondioksida yang di hasilkannya. Lewat lautan, tumbuhan dan pohon-pohon yang ada di bumi karbondioksida yang dihasilkan alam tersebut, dapat terserap sehingga mengurangi jumlah karbondioksida .

Namun kini penebangan liar terjadi. Hutan di gunduli, pohon rindang sudah langka, mengakibatkan pohon ataupun tumbuhan yang menyerap karbondioksida sebagai bagian dari gas rumah kaca itu berkurang. Dampaknya tentu gas rumah kaca meningkat, sehingga efek yang paling terasa adalah iklim yang tidak menentu.

Semakin hari produksi penambahan jumlah gas rumah kaca semakin menjadi-jadi, lewat aktifitas manusia seperti pemakaian energi yang berasal dari Karbon, Energi itu antara lain minyak bumi, batu bara (kendaraan bermotor, listrik, dsb.) serta Pemakaian aerosol di kulkas-kulkas dll.

Tanpa kita sadari kita adalah bagian dari manusia yang mempercepat tenggelamnya bumi dengan memusnahkan penyeimbangnya yaitu hutan sebagai penyerap karbondioksida. Serta menambah produksi karbondioksida, termasuk saya

Sebenarnya saya sangat mendukung KTT Perubahan Iklim dan Pemanasan Global (Global Warming) di nusa dua bali itu. Tapi sepertinya negara-negara miskin dan berkembang hanya di jadikan sebagai jongos negara nya si Bush, karena sampai saat ini Negeri digdaya yang mengaku sebagai polisi dunia itu tidak mau meratifikasi PROTOKOL KYOTO. Dimana komitmen untuk mengurangi emisi/pengeluaran di sepakati. Disini jelas sekali kelicikan USA sebagai negara penyumbang emisi terbanyak hanya memanfaatkan negara lain untuk menyelamatkan bumi , namun itu tidak dilakukan mereka. mereka yang bersuara tentang bahaya pemanasan Global, mereka pula yang menolak untuk menyelamatkan bumi dari bahaya Global Warming. Sampe saat ini hanya negri BUSH lah yang menolak meratifikasi PROTOKOL KYOTO. Setelah Australia kemaren bersedia meratifikasi Protokol Kyoto.

Disini tidak ada rasa sentimen saya terhadap satu negara. Tapi disini saya berbicara kenyataan mas..

Untuk kita untuk anak cucu kita. Mari selamatkan bumi dari pemanasan global!! Karena jika bumi tenggelam, Adsense, Parked, SEDO, Adbrite , Eksekusi, Lendir gak akan ada artinya bos…

Mari cegah diri kita menjadi penyumbang gas rumah kaca yang berlebihan. mulai dari diri kita, mulai dari yang terkecil. irit listrik, bahan bakar, buang sampah jangan sembarangan ya.

Capek Juga nulis panjang sambil cari-cari referensi.

Gambar di ambil dari www.istockphoto.com