U comment I follow

Posted: November 20th, 2007 | Author: Baladika | Filed under: Celoteh | 35 Comments »

u comment i follow

U comment I follow, U pertamax I permemex :D ? !


Rumpian Bu berry dan Bu Rini

Posted: November 17th, 2007 | Author: Baladika | Filed under: Celoteh | 12 Comments »

Budaya sikut menyikut, sindir menyindir sepertinya masih populer bagi kalangan bloger kita. lihat saja duet bu beri dan bu rini yang lagi main sindir-sindiran , Bukan karena bu rini gak gondrong lagi, Tapi karena lagi di sikut mbak pita yang semakin hari semakin menjadi gadis pingitan semenjak di cari-cari member forum

fenomena yang biasa di negri ini. perang dingin sepertinya dianggap lebih sopan dan lebih indonesia katanya. Sebuah sindiran dianggap lebih sopan jika dibanding teguran langsung.

Orang indonesia karakternya memang demikian. gak suka secara langsung dan gamblang mengungkapkan kekesalan. kegondokan dan ketidak sukaan terhadap teman maupun lawan bisnis. mungkin tujuannya agar terlihat lebih sopan dan santun.

Orang indonesia demikian adanya, selalu jengkel di belakang dan lebih suka memendam kekesalan. hal inilah yang mengundang orang keren dan bijak untuk mengompori agar kejengkelan dan kekesalan yang terpendam itu keluar, sehingga rasa berani akan suatu keyakinan pendapat bisa lebih tegas di suarakan dan di pertahankan. Jadi seharusnya budaya gelar tiker bisa di pertahankan oleh orang-orang yang bijak dalam melihat sebuah konflik. Buat Bu beri dan bu Rini berterima kasihlah anda kepada orang-orang yang suka menggelar tiker , karena beliau-beliau itu memacu anda untuk menjadi lebih berani menyuarakan sesuatu yang anda yakini. Atau jangan-jangan cuman jadi kompor

Sebenarnya saya juga demikian. ingin juga memposting sebuah artikel yang mencaci maki seseorang yang suka menjilat. tapi apa daya saya pun orang indonesia juga. biarkan saja si penjilat menjadi penjilat. siapa tau besok-besok dia mau menjilat bagian yang paling sensitif dari saya

Perdebatan boleh berlanjut, perbedaan itu indah silahkan di pertahankan , jangan anda berbalik arah hanya karena malu berdebat. berdebat yang sehat dan sopan tidak harus berakhir dengan kemufakatan . justru kedewasaan dalam bertdebat terletak pada seberapa kuat anda mempertahankan pendapat anda. gelar tiker lagi ah…. sambil Ngopi , udah susah tidur di tambah kopi


keledai .. kasihan kamu..

Posted: November 16th, 2007 | Author: Baladika | Filed under: Celoteh | 19 Comments »

9 bulan ternyata bukan waktu yang cukup untuk membuat aktor gaek Roy marten menjadi jera terhadap sabu-sabu. banyak dari kita berfikir, setelah Roy Marten bebas dari hotel prodeo beberapa bulan lalu, Akan menjadikan dia memusuhi narkoba yang menghancurkan karier nya. tak hanya kita, bahkan Badan Narkotika Nasional pun seolah kecolongan , karena menjadikan Roy Marten sebagai salah satu contoh orang yang sukses melepaskan diri dari jeratan narkoba. ? Anda heran dengan si Roy marten?

Bagi orang yang berbuat bodoh dan tolol biasanya orang “bijak” berpesan “janganlah pernah menjadi keledai”.

Kenapa keledai? kok bukan monyet atau kerbau aja? karena konon katanya binatang yang namanya keledai ini sangatlah bodoh dan tolol.
saya tidak mengetahui kebenarannya , karena semenjak saya lahir belum pernah melihat langsung kebodohan seekor keledai, atau jangan-jangan manusia lebih bodoh dari keledai. Kenyataannya kadang kita berkali-kali melakukan kesalahan yang sama, tidak hanya 2 kali seperti keledai. jadi baiknya pepatah itu di ganti menjadi ” Jangan pernah malu menjadi keledai” karena manusia memang tempatnya lupa dan salah.

Saya tidak ingin membenarkan,ataupun membela ke”patal”an yang di lakukan seorang Roy marten. tapi hanya mengingatkan kadang kita terlalu naif dan narsis menjadi manusia. Kasihan keledai harus menjadi Ikon kebodohan. padahal kadang kita lebih bodoh dari keledai.

Sekarang… masih malukah menjadi seperti keledai??

PS. Keledai belum sempet maen ping pong , Makasih yang udah baik hati main ping pong ke? blog? saya? ini? .? pingpong? saya? segera? menyusul


Page 2 of 41234