sindir menyindir, sentil menyentil, Sikut menyikut …ikuut…

November 9, 2007 · Posted in Celoteh · 25 Comments 

“Tong kosong nyaring bunyinya, Hati-hati janji si nol , Rp. 0, cuman 3 menit”

Kalimat diatas adalah sebuah iklan sindiran perusahaan seluler (xl) terhadap perusahaan selular lain(mentari) yang katanya berani membanting harga pulsa hingga Rp.0, Kalimat iklan xl itu biasa kita jumpai di surat khabar harian. Dan media cetak lain.

Sentil menyentil, sindir menyindir dalam sebuah iklan adalah hal yang sangat biasa. Lihat saja iklan obat nyamuk HIT dan baygon. lalu ada saling sentil antara iklan sabun cuci , dan masih banyak lagi , semua mengaku menjadi no 1 dan kompetitor mereka adalah yang nomer 2. Ada yang lebih extreme lagi persaingan iklan antara coca cola dengan pepsi. Namun iklan itu dilarang edar, karena terlalu melecehkan kompetitornya sehingga tidak di temukan lagi suatu persaingan yang sehat dalam berkompetisi merebut pasar.

Dalam dunia blogger, sindir menyindir mungkin gak ada aturannya. Sehingga hanya jalan pintas yang bisa membalas kekesalan yang tidak terbalas, dengan cara mengirim virus, ataupun meng hack website yang dianggap telah melecehkan. Atau dengan trik-trik lain (bahasa hacker saya gak faham). Namun cara ini hanya terbatas bagi yang memiliki kemampuan saja yang bisa melakukannya. Bagi yang gak bisa yah… pasrah seperti saya yang di sentil Bos Adsense dengan sebutan sang suka pamer cek

Tapi kini mungkin cerita bisa berbeda. Ini ada cerita, mungkin juga bisa menjadi pengalaman dan pelajaran yang cukup menarik untuk kita ambil hikmahnya. cerita dari teman saya. Yang bercerita. tentang cerita temannya punya kawan, katanya kawannya itu punya kawan lagi ,pernah sempat akan dilaporin polisi , akibat iseng membuat sebuah artikel maupun tulisan yang menyudutkan personal dan perusahaan dari kawannya temennya yang lain, Karena katanya sih undang-undang tentang cyber crime sudah disahkan pemerintah (saya sih belum pernah denger) Sehingga perbuatan yang tidak menyenangkan maupun pembunuhan karakter seperti di dunia nyata bisa dituntut dan ajukan ke pengadilan.

Namun sebelum semua berakhir ke meja hijau ataupun berurusan dengan pihak berwajib. Sang kawannya temen saya dan kawannya saya punya teman itu akhirnya berdamai dan sepakat walau dengan tidak merubah sedikitpun pendapat maupun prinsip masing-masing. Wah salut deh buat kalian berdua. Walaupun tidak menemukan titik temu. Namun mampu berdamai… keren euy…. Suatu pemandangan yang tidak mungkin di dunia nyata. Hebat ya temenya kawan saya yang punya kawan itu.

Beginilah blogger, tidak ada kata musuh dari sesama kita. Kalo kita tidak suka katakan tidak. Kalo suka katakan suka. Jangan malu-malu, toh juga ujung-ujungnya saya yang akan gelar tiker di barisan pertama sebagai penonton yang setia.

Kembali lagi ke soal iklan. Kenapa setiap iklan mengaku menjadi no 1 di pasarnya? Bukankah kelas nomer 2 masih banyak yang cari? Apa harus menjadi no 1 dulu baru bisa merajai pasar? tanya kennapa?

Nah apakah saya akan mengajukan cosa aranda ke pengadilan karena telah mencemarkan nama baik saya yang baru aja membaik, jawabannya tidak!!. Karena temennya sahabat saya dan temennya kawan saya om brokencode mewanti-wanti saya agar menggunakan jalur diplomasi dulu sebelum melangkah lebih jauh. Apalagi om cosa aranda sudah berbaik hati memberikan saya Cuma-Cuma 5 buah domain dot cn . sebuah pertimbangan yang cukup untuk saya tidak menggugat beliau .

Kembali ke masalah iklan. Kenapa harus mengaku menjadi no 1 kalo masih ada yang sama? Mengapa harus menjadi yang terbaik kalo cuman plagiat? Plagiat?? Apaan tuh?? Saya aja gak ngerti, nanya sama brokencode dulu ah…. Ehh gak jadi nanya barusan mampir di forum ini , eh… langsung aja pengen gelar tiker ada om rony sama pogung hehehehe seru euy… gelar tiker

Yang tak kasat Mata

November 9, 2007 · Posted in Renungan · 9 Comments 

Beberapa tahun yang lalu saya pernah bertemu dengan seseorang yang sangat bijak. Sehingga saya selalu merasa tenang jika sedang mendengar beliau bertutur (sekarang sudah almarhum, semoga damai disisi NYA). Beliau selalu menasehati saya agar melihat gunung sebagai sebuah cermin dalam melihat kemewahan maupun keberhasilan orang lain, sehingga tidak timbul rasa iri dan dengki atas keberhasilan, maupun kemewahannya.

“Gunung itu kalau dipandang indah, hijau, asri dan teduh . tapi jika kita mendekati dan menelusurinya, barulah kita sadar. tidak semua yang kita bayangkan tentang keindahan pada gunung itu sempurna. Ternyata banyak jurang terjal, dan binatang buas disana”

Satu Gambaran yang sangat bijak bagi saya, semakin membuat saya sadar bahwa dimanapun posisi kita, siapapun kita akan memilki suatu masalah yang sesuai dengan kemampuan kita. Dan apa yang kita lihat itu kadang menipu.

kadang kita iba melihat tukang es keliling yang berjalan jauh dengan mendayuh sepeda untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. tapi ternyata orang yang kita kasihani itu adalah orang yang merasa paling bahagia di dunia. Memiliki istri dirumah yang setia menunggu suami nya mencari nafkah. memiliki anak-anak yang rajin dan patuh terhadap orang tua, sehingga baginya surga dan hiburan yang paling berharga adalah rumah, tempat dimana melepas semua keletihan dan kepenatan setelah seharian berkerja.

Lalu disisi lain kita kadang berhayal dan mendambakan menjadi seperti tetangga kita yang sukses dengan usahanya, memiliki mobil mewah, Istri yang cantik, anak-anak yang dimanjakan, dan perusahaan yang besar. Namun siapa sangka Rumah baginya adalah neraka. Istrinya yang cantik ternyata tukang selingkuh, Anaknya yang manis ternyata pemakai narkoba. pertengkaran selalu menjadi pemandangan rutin di balik rumah megah dan indah itu, Sehingga surga bagi dia adalah discotik atau pun hiburan malam lainnya.
yang kita lihat kadang sangat menipu. Siapa sangka di balik senyum yang manis ternyata sedang memiliki dendam yang mendalam terhadap kita. siapa yang sangka seorang pendiam seperti cho seung-hui yang doyan bermaen game ternyata adalah seorang pembunuh berdarah dingin, yang membrondong teman teman kuliahnya dengan senapan api yang membabi buta.

Masih ingat Sumanto si manusia kanibal itu. menurut penuturan teman-temannya di tempat dia bekerja dulu, sumanto adalah orang yang sangat biasa, dan tidak ada keanehan pada kehidupannya sehari-hari. ramah dan suka senyum, diapun sering menawarkan lauk jika waktu makan siang tiba. tapi siapa yang sangka ternyata lauk yang ditawarkan adalah daging manusia.

Panorama keindahan gunung yang terlihat dari kejauhan bisa kita ambil sebagai falsafah hidup. dimana keindahan yang kasat mata kadang sangat menipu.

Siapa sangka wanita maupun laki-laki yang kita percaya ternyata menghianati kita? Siapa sangka istri kita ternyata seorang peselingkuh sejati, Siapa sangka suami kita ternyata seorang koruptor, belajarlah memandang gunung. telusuri dia sebelum kamu memvonis dan menyanjungnya dengan berlebihan. Karena penyesalan selalu menunggu di belakang

Pernah dalam sebuah pameran lukisan penonton diajak untuk mengartikan arti dari sebuah lukisan. Dimana di lukisan itu tergambar sebuah pohon kering berada dalam suasana yang mencekam, Hujan yang lebat, mendung hitam, kilat menyambar. Diantara pepohonan itu ternyata terdapat sepasang burung merpati yang sedang hinggap, terlihat damai, dan tak sedikitpun merasa terganggu dengan kilat yang menyambar, gemuruh, maupun hujan angin yang menggoyang ranting pohon. Silahkan artikan sendiri makna dari lukisan itu.

Sok bijak dulu ah..