Berita yang lagi hangat akhir-akhir ini tentang manusia pohon atau manusia akar yang berada di bandung. membuat kita sejenak merenung. betapa bersyukur kita mendapatkan tubuh yang sempurna. walau tidak se tampan dan se seksi artis, namun sudah sangat beruntung kita jika di bandingkan mas dede yang kurang beruntung terjangkit virus yang mengakibatkan beliau memiliki bagian tubuh yang di tumbuhi bagian berupa akar . sehingga orang-orang menyebutnya sebagai manusia pohon atau manusia akar. semoga beliau segera di berikan kesembuhan amin…![]()
Ketika mas dede di kontrak oleh discovery chanel untuk di dokumentasikan dan di periksa sampel darahnya, pemerintah indonesia kalang kabut. mungkin merasa malu rakyatnya yang tidak sehat harus di jadikan ajang uji coba dan dokumentasi sebagai sebuah potret manusia yang hidup di lingkungan yang tidak sehat. merasa di sindir sebagai pemerintah yang tidak peduli dengan penderitaan rakyatnya. pemerintah melalui MENKES siti fadilah supari pasang badan menolak kontrak yang di lakukan pihak discovery chanel dengan mas dede yang biasa di sebut manusia pohon itu. Alasannya pemerintah Indonesialah yang paling berhak memeriksa sampel darah dan menangani kesehatan rakyatnya.
Pertanyaan yang muncul Kenapa baru sekarang pemerintah pasang badan??? tidak kah malu di katakan sebagai pahlawan kesiangan
. Sungguh malang nasib seorang mas dede. karena alasan kekurangan biaya harus rela menjadi manusia yang di sebut manusia pohon. Hal yang sebenarnya bisa di cegah jika pemerintah sigap dan dan lebih peduli dalam memperhatikan kesehatan rakyatnya. kenapa harus di sentil discovery chanel dulu untuk bergerak? bayangkan jika mas dede tidak di kontrak discovery chanel? mungkin masih menjadi manusia langka yang di pamerkan paranormal di TMII . dan menjadi tontonan masyarakat pada tahun-tahun berikutnya dengan akar yang semakin banyak tumbuh di tubuhnya, tanpa di pedulikan oleh pemerintah. apalagi MENKES!!!.
Patut kita berterima kasih kepada Discovery chanel,Terlepas dari tujuan komersil mereka . mereka mampu mengetuk hati dan membuka mata pemerintah. agar lebih peduli terhadap kesehatan rakyatnya.
Rasanya kasus kelaparan di kabupaten yahukimo papua beberapa tahun lalu belum cukup menjadikan pemerintah kita lebih sensitif dan cepat bertindak untuk peduli terhadap kesehatan rakyatnya yang katanya mulai belajar demokrasi ini. pemerintah justru memanfaatkan isu global warming sebagai tempat berlindung dari ketidak mampuan memerhatikan kesehatan dan kesejahteraan rakyatnya. sehingga selalu mengkait-kaitkan penyakit aneh maupun kesehatan masyarakat umum yang rendah karena ulah manusia sendiri yang tak peduli dengan lingkungan. Memang isu Global Warming ini cukup ampuh , dan mampu membuat banyak dari kita memaklumi rendahnya kesehatan masyarakat kita.
walaupun memang benar adanya ancaman Global warming itu. tapi saya pikir mas dede menderita penyakit misterius itu bukan karena efek Global Warming
.
Semoga pemerintah lebih arif dan peduli atas rakyatnya. sehingga kebijakannya adalah murni untuk mensejahterakan rakyat. bukan untuk sebuah tujuan pesta demokrasi nasional 2009 nanti.
Sigap dan lebih sensitif terhadap penderitaan dan kesejahteraan rakyat, tanpa menunggu di senggol kanan kiri untuk bergerak cepat adalah cara ampuh untuk mendewasakan dan memajukan bangsa ini. Masih sangat banyak kasus yang perlu penanganan ekstra yang mungkin sewaktu-waktu menimbulkan kasus seperti kasus mas dede dan discovery chanel ini. Reog ponorogo misalnya yang sudah mulai di klaim malaysia dan masih banyak kasus lain . kalo tidak dari sekarang pemerintah lebih peduli budaya, rakyat dll dari yang dimilikinya kapan lagi?atau harus nunggu di senggol lagi ?
Sebenarnya indonesia sudah menjadi keledai yang kesekian kali. selalu saja mengabaikan dan menyepelekan masalah. hilangnya sipadan dan ligitan dulu baru membentuk tim pemantau daerah-daerah terluar. lagu rasa sayange di embat dulu baru membentuk badan yang menangani hak cipta kesenian. eh blom kelar terbentuk reog mau ilang lagi dasar kadal![]()



. yah harus terima konsekwensi dari seorang komentator yang gak berkualitas
dan ajang apaan nih…