Baladika Palace

My Adventure

June 11th, 2007

Mahalnya Hidup Di bali


*Suasana Sunset Di pantai kuta

BALI… Panorama mu raja dari semua keindahan, asri,elok dan udaranya yang segar. masyarakatnya ramah, kaya budaya yang tak terkontaminasi,,,,
itu bali yang dulu.Kini bali hanya tersisa sedikit dari pujian-pujian itu, panorama bali sudah mulai semakin terkikis zaman, gedung-gedung tinggi semakin menghiasi wilayah bali, pantai sebagai wisata utama terancam abrasi, udara yang segar kini susah dicari, polusi dimana-mana, sungai yang dulu bening kini menjadi tempat pembuangan limbah, masyarakat yang ramah semakin hari semakin berbudaya barat alias cuek bebek, budaya bali banyak yang tersisip budaya western yang sudah melenceng dari budaya ketimuran indonesia.
Namun daya tarik bali tidak pernah pudar, selalu saja bali menjadi tujuan utama wisatawan baik domestik maupun internasional. tak hanya tujuan wisata, bali semakin hari semakin crawdit menjadi tempat tujuan pencari kerja. setiap harinya ada saja pendatang dengan berbagai macam gelar masuk kebali dengan harapan besar mendapat pekerjaan yang layak.
Namun banyaknya pendatang dari luar pulau bali tidak di imbangi dengan lowongan yang memadai, sehingga perusahaan sangat di untungkan bahkan di manjakan dengan membludaknya pencari kerja , sampai seorang yang bertitle S1 bisa di hargai dengan gaji Rp.450.000 / bulan. perusahaan seenak hati menentukan gaji tanpa mengindahkan peraturan pemerintah tentang ketenaga kerjaan. karena sempitnya lowongan pekerjaan mau tidak mau Para sarjana muda ini membuang ego mereka yang bertitle dan berbaur dengan pekerja yang setingkat SMU. sehingga sangat-sangat menyedihkan, karena tentu ada harapan besar dari orang tua agar anaknya yang di sekolahkan tinggi untuk dapat sukses dengan pekerjaan yang mapan , namun harus rela melepaskan title mereka hanya untuk melepas status sebagai pengangguran.


*Pecalang atau polisi adat

Disamping minimnya gaji dari perusahaan, hidup di bali sungguh sangat teramat berat. karena dibali penuh dengan pajak yang harus dibayar. Dengan adanya Otonomi daerah, daerah seolah dengan leluasa mencari celah untuk mendapatkan dana, mulai dari iuran banjar, KIPEM , dan sumbangan-sumbangan lain yang tidak tentu jumlahnya. jadi seolah-olah touris maupun pekerja domistik lebih sulit untuk hidup dibali dibanding dengan touris maupun pekerja yang berasal mancanegara. karena pekerja mancanegara hanya butuh visa dan paspor untuk hidup nyaman dan tenang bekerja di bali,tanpa di usik, sedang untuk pekerja lokal , mereka harus berurusan dengan pecalang desa tiap bulannya untuk iuran segala macam banjar dan perpanjangan KIPEM.dan iuran lainnya yang cukup memberatkan.
Saran saya buat temen yang berencana bekerja dibali , diharapkan berfikir 1000 x untuk datang kebali. bali bukan dulu lagi, bali kini seperti sebuah tempat impian yang ternyata dongeng belaka.
“terima kasih baliku, untuk budaya dan alam mu terima kasih baliku cantik gadismu dan kerasnya arak balimu”
Lyric Slank

 

Photo photo di ambil dari http://blog.baliwww.com/

June 11th, 2007

Mengenal "dalamnya" wanita yuuuk….

Saya sering stres dengan wanita, bukan hanya dengan pacar, tapi seringan sama pacar sih… hehehehe… Wanita itu saya pandang sebagai sosok yang aneh, tidak berprinsip, egois dan gengsi mengakui realita jika berlawanan dengan jalan fikirnya, saya jadi ingat nenek saya di kampung,
tapi disini saya tidak ingin membandingkan seorang pacar dengan nenek saya (walopun sangat mirip)
disini saya hanya ingin mengutip sebuah ungkapan tentang wanita :
**Wanita adalah ciptaan Tuhan yang sangat menarik, indah dan misterius. Begitu misteriusnya mereka, hingga terkadang lawan jenisnya sulit untuk mengerti sikap mereka.**
**Ia suka berada dalam dunia mimpi daripada dalam dunia nyata.** (sukanya menghayal)
**Ia berpikir bahwa dunia sedang memandanginya melalui kacamata dengan bingkai kelopak bunga. Ia berpikir bahwa orang berpikir dan berbicara hanya hal baik saja mengenai dirinya, dan seringkali ia kecewa karena mengetahui bahwa mereka tidak hanya tidak benar, bahkan tidak ada, maka pada saat itu ia merasa sakit hati.*** (sulit menerima kenyataan) **Wanita bisa menjadi pelindung bagi keluarganya, namun wanita bisa juga menjadi penghancur negaranya**

* Sorang wanita dalam perjuangannya

Wanita oh wanita…. andai di dunia ini semua wanita tidak keras kepala heheheheh…
tapi saya mencintai wanita…. kalo tidak, emang gw cowok apaaan…. ??? ho..ho..ho..ho.. :))
## buat pembaca wanita di persilahkan mengisi komentar dengan mencacimaki sesuai kodratnya hahahahaha####

June 11th, 2007

Kuliner


* Ikan bakar siap di santap*

mmmmhhh… baca tulisannya bikin perut saya berirama nih…
saya jadi inget salah satu acara di sebuah televisi swasta nasional, tentang kelezatan makanan khas indonesia, setiap menyantap hidangan yang disajikan si pembawa acara akan mengucapkan kata “maknyus” untuk mengungkapkan rasa yang unik atau kelezatan makanan yang disantap… saya yang menonton jadi terbawa rasa yang di gambarkan itu… mmmh… maknyus deeh… :)
Ngomong-ngomong soal kuliner sebenarnya bali banyak memiliki tempat makanan yang mmm maknyus juga deh… mungkin yang terkenal hanya ayam betutunya, tapi kalo mau menelusuri banyak sekali tempat-tempat kuliner yang cukup untuk membuat kita tidak memandang keunikan bali hanya dari tontonan seksi bule dan keindahan panoramanya, tapi masakan bali memang banyak yang maknyussss….
saking banyaknya saya sampai sangat sulit menyebutkan satu persatu, cuman … dari sekian banyak masakan yang enak-enak itu saya memiliki salah satu tempat yang sangat favorite.
murah, gampang , halal dan …. mmmmhhh…. maknyyuuussss.. tentunya.
tempat yang saya maksud adalah pasar kedonganan jimbaran bali. lokasinya bisa ditempuh perjalanan motor dari kota denpasar sekitar kurang lebih 25 menit, kalo anda menggunakan pesawat datang kebali anda tinggal naik taksi , dan butuh 5 menit saja untuk sampe di lokasi, karena memang pasar kedonganan hanya berjarak beberapa kilometer saja dari bandara.
kembali ke masalah makanannya, pasar kedonganan jimbaran adalah pusat pasar ikan di denpasar, segala jenis ikan ada disini dari mulai pogot sampai hiu, bahkan jika anda ingin paus pun bisa , cuman mungkin bawa kedarat yang susah , karena kebanyakan ikan yg di jual disini adalah ikan hasil tangkapan nelayan tradisional , duimana kapal yang digunakan sangat kecil yang biasa di sebut sampan.
dipasar kedonganan ini anda juga tidak perlu bingung untuk menyantapnya. memang ikan yang dijual adalah ikan yang masih segar alias baru di dapat. tapi jika anda ingin langsung menyantap ikannya. anda bisa menggunakan jasa pembakaran ikan yang ada di sekitar pasar, biaya bakarnya pun sangat-sangat murah. hanya dengan Rp.7000 anda sudah bisa menyantap ikan bakar + sambil goreng dan sambil bawang racikan orang bali dan dijamin 100 % halal.
Anda ingin mencoba….
yang jelas tiada kata yang bisa saya ucapkan selain mmmmmmhhh…. maknyuusss….. :))